• Kamis, 26 Mei 2022

Keris Tangguh Entho-entho 5: Harus Paham Ilmu Hitungan Hari Atau Pawukon untuk Diselaraskan dengan Pemakai

- Senin, 17 Januari 2022 | 21:00 WIB
Membuat keris harus diselaraskan dengan kepribadian si pemakai. (Ilustrasi Pramono Estu)
Membuat keris harus diselaraskan dengan kepribadian si pemakai. (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Banyak syarat yang harus dilalui untuk menjadi ahli dalam pembuatan keris, karena dibutuhkan berbagai laku spiritual dan harus memahami berbagai ilmu pengetahuan pendukung.

Di antaranya adalah ilmu hitungan hari atau pawukon, dengan mempelajari kitab wariga dan perhitungan almanak Jawa, juga dituntut punya kasantosan batin yang tangguh dan kokoh.

"Godaan dan cobaan dalam proses membuat bilah keris yang sesuai dengan neptu pemesannya memang sangat berat dan terkadang banyak tantangannya," tutur Sungkowo, yang mulai terjun menjadi panjak membantu empu Djeno Harumbrodjo, ayahnya sejak tahun 1970.

Baca Juga: Pengalaman Mistis Merayakan Malam 1 Suro di Gunung Mijil Ternyata Ikut Pesta Selama Satu Tahun

Menurut dia, selama menjalani proses sebagai panjak Sungkono mengaku sering mendapatkan bimbingan dari empu Djeno, baik teknik penempaan saton (bakalan keris) hingga menjadi sebuah keris yang memiliki pamor.

Bahkan bimbingan spiritualitas terkait dengan tugas dan kewajiban seorang empu serta berbagai pamali atau larangan yang menjadi prinsip hidup seorang empu juga disampaikan, dan menjadi tuntunan setiap kali bekerja di besalen.

Sungkowo mencurahkan kehidupannya sebagai empu secara utuh pada 2006, setelah ayahnya mangkat. Totalitasnya dalam berkarya sampai saat ini untuk meneruskan jejak ayahnya, telah menghasilkan ratusan bilah jumlah keris.

Hanya saja dia tidak mengingat jumlah pastinya, namun setiap tamu yang datang dan memesan keris tercatat rapi di buku tamunya.

Baca Juga: Babad Tanah Jawi: Ratu Wetan Meninggal Dimakamkan di Gunung Kelir, Raja Amangkurat I Mengalami Guncangan Jiwa

"Persisnya saya lupa sudah berapa jumlah karya yang saya buat dan menjadi pesanan banyak orang, tidak perlu disebutkan siapa dan jabatannya apa. Karena menurut saya orang yang memesan keris pastilah menyukai budaya Jawa. Entah sebagai ageman atau pun dijadikan kebanggaan status sosial itu dikembalikan pada masing-masing," tandasnya.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Terkini

X