• Selasa, 19 Oktober 2021

Jangan Berlebihan Konsumsi Gula, Garam dan Lemak. Pakar : Dapat Mimicu Banyak Penyakit

- Rabu, 22 September 2021 | 16:08 WIB
Ilustrasi garam ( (Pexel))
Ilustrasi garam ( (Pexel))

ORANG Indonesia terbiasa menyantap makanan olahan yang digoreng dan instan. Cita rasanya cenderung manis, asin dan pedas. Padahal, tanpa disadari kebiasaan itu melampaui batas harian asupan gula, garam dan lemak.

Pakar gizi sekaligus dosen gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya, Dr Annis Catur Adi, Ir, M.Si, dalam siaran pers, dikutip Rabu (22/9/2021), mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi gula, garam, dan lemak berlebih. Pasalnya dapat menyebabkan menyebabkan penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, obesitas, hingga hipertensi.

Batas asupan gula per hari menurut rekomendasi Kementerian Kesehatan adalah 10 persen dari total energi (220 kkal) atau setara dengan empat sendok makan per hari yakni 50 gram per orang per hari.

Baca Juga: Fahri Hamzah Bocorkan Uang Pensiun Anggota DPR, Segini Jumlahnya

"Kiat mengurangi gula bisa dilakukan dengan menggantinya dengan rempah misal jahe, kayu manis atau pala. Selalu baca label informasi gizi produk yang dibeli, dan untuk camilan bisa pilih buah alih-alih cokelat." katanya dalam Webinar "Rasa Umami Sebagai Salah Satu Cara Mengatur Asupan Makanan dan Meningkatkan Gizi dan Kesehatan" belum lama ini.

Sementara itu, rekomendasi Kementerian Kesehatan terkait asupan lemak adalah sebesar 67 gram atau lima sendok makan minyak.

"Asupan lemak bisa dikurangi dengan mengganti menu yang digoreng dengan tidak digoreng, misal dibakar atau panggang. Pilih daging yang tidak berlemak, hindari konsumsi kulit ayam. Hindari penggunaan santan kelapa, mentega dan margarin," tuturnya.

Baca Juga: BNN DIY Sidak Rutan Kelas IIB Wates, Warga Binaan dan Petugas Negatif Narkoba

Sementara terkait asupan garam, yang dimaksud garam konsumsi menurut Annis adalah garam yang dikonsumsi bersama-sama dalam makanan atau minuman, memiliki NaCl minimal 94 persen.

Sebesar 76 persen konsumsi garam berasal dari penambahan bumbu saat memasak misal penambahan saus dan kecap. Khusus untuk garam, Annis mengatakan ada beberapa kiat untuk mengendalikan asupan garam.

"Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membuat masakan memang banyak menggunakan bumbu dan rempah yang memiliki cita rasa tinggi, sedangkan dalam berbagai bumbu dan rempah itu juga sudah cukup banyak terkandung natrium. Nah, cara yang sesuai jika masakan kita sudah banyak menggunakan berbagai bumbu rempah adalah dengan hanya manambahkan garam dapur dalam jumlah yang sedikit sekali," kata Annis.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jaga Tumbuh Kembang Anak untuk Mencegah Stunting

Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:07 WIB

Petai Hindarkan Sembelit dan Hipertensi

Senin, 11 Oktober 2021 | 19:08 WIB
X