• Jumat, 12 Agustus 2022

KSP Sebut Pembelian Pertalite dan Solar Perlu Diatur, Ini Alasannya

- Rabu, 29 Juni 2022 | 10:45 WIB
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Hageng Nugroho. ( ANTARA/HO-Kantor Staf Presiden)
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Hageng Nugroho. ( ANTARA/HO-Kantor Staf Presiden)


JAKARTA, harianmerapi.com - Pertamina membatasi konsumen bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar, antara lain dengan melakukan pendataan siapa yang berhak.

Menurut Kantor Staf Pesiden (KSP), pengaturan pembelian Bahan Bakar Minyak pertalite dan solar subsidi itu untuk menjaga ketersediaan barang. Selain itu juga untuk memastikan bahwa penyalurannya tepat sasaran.


Hal tersebut disampaikan Tenaga Ahli Utama KSP Hageng Nugroho dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Baca Juga: Kemenag Terbitkan Surat Edaran Penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha, Ini Isinya


Hageng mengatakan jika tidak ada pengaturan untuk dua BBM Khusus Penugasan tersebut, maka penyaluran berpotensi melebihi kuota yang telah ditetapkan dan dapat mengganggu ketahanan energi nasional.

“Jika tidak diatur, besar potensinya kuota yang telah ditetapkan selama satu tahun tidak akan cukup. Ini demi menjaga ketahanan energi kita,” ujarnya.

PT Pertamina Persero per 1 Juli 2022 akan menguji coba penggunaan aplikasi MyPertamina sebagai syarat penyaluran Pertalite dan Solar kepada masyarakat pengguna yang berhak.

Baca Juga: Cara Ubah Alamat Paspor, Tak Perlu Risau Begini Penjelasan Ditjen Imigrasi

KSP menyebut uji coba tersebut akan diterapkan di beberapa kota/kabupaten yang tersebar di lima propinsi, yakni Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X