• Jumat, 12 Agustus 2022

Dr Fahmy Radhi dalam No Baper: Pertamina Harus Menalangi Subsidi dan Kompensasi

- Sabtu, 18 Juni 2022 | 14:28 WIB
Kegiatan No Baper, Nongkrong Bareng Pertamina, Jumat (17/6/2022) (Foto: Hudono)
Kegiatan No Baper, Nongkrong Bareng Pertamina, Jumat (17/6/2022) (Foto: Hudono)

SOLO, harianmerapi.com - Acara No Baper atau Nongkrong Bareng Pertamina kembali digelar. Kali ini dilaksanakan di Hotel Alila Solo, pada Jumat 17 Juni 2022.

Acara ini menghadirkan Ketua PWI Provinsi Jateng Amir Machmud NS, PWI Provinsi DI Yogyakarta Hudono, dan PWI Surakarta Anas Syahirul, serta para pemimpin redaksi media di Jateng dan DIY.

Dari Pertamina hadir Executive General Manager Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Dwi Puja Ariestya dan Manager Communcation, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jateng, Brasto Galih Nugroho

Baca Juga: Pengalaman Mistis Pencari Belut di Sawah Diingatkan Sosok Kakek Berbusana Kain Lurik

Tampil sebagai pembicara pengamat energi dari UGM Dr Fahmy Radhi, MBA PhD.

Menurut Dr Fahmy, Pertamina yang diperkirakan bakal mengalami kerugian sekitar Rp 190 triliun, karena menanggung beban negara.

Tetapi pengamat pengamat energi dari UGM Dr Fahmy Radhi, MBA mengatakan, secara akunting Pertamina membukukan laba.

“Tetapi karena Pertamina harus menalangi subsidi dan kompensasi yang menjadi kewajiban pemerintah, maka sebenarnya tidak rugi, hanya ada perbedaan di cash flow-nya saja,” kata Fahmi Radhi dalam acara Nongkrong Bareng Pertamina atau No Baper di Hotel Alila, Solo, Jumat (17/6/2022).

Lebih lanjut Fahmy menguraikan masalah subsidi dan kompensasi, agar raqkyat tidak terbebani oleh harga BBM dan gas untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

“Subsidi adalah penyerahan dana dari pemerintah kepada produsen dan rumah tangga untuk meringankan beban dan menaikkan daya beli,” kata Fahmy.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X