Pada awal berdiri, Dawet Kemayu mulai melakukan rebranding dengan logo baru dan inovasi baru berupa dawet non santan dengan menggunakan susu.
Baca Juga: Ramadhan sebagai Syahrul Maghfirah, Bulan Ampunan
Tidak lama kemudian Dawet Kemayu berhasil mendirikan outlet pertama di kawasan teras-teras Superindo Yogyakarta dengan ciri khas racikan non santan dengan formula baru, yaitu menggunakan fiber creme sebagai pengganti santan dan susu.
Pada awal berdiri, Dawet Kemayu juga sempat mengalami kesulitan di 6 bulan pertama karena pandemi Covid-19 yang mengakibatkan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menyebabkan menurunnya omzet penjualan.
Namun Retno selaku CEO tidak pernah patah semangat dan terus berusaha bertahan untuk terus maju dibantu support sistem team yang solid, Dawet Kemayu mampu bertahan melewati badai pandemi Covid-19.
Baca Juga: Tradisi Lebaran Terbangkan Balon Udara, Polda Jateng: Tanpa Izin Bisa Dipidana
Seiring berjalannya waktu brand Dawet Kemayu semakin dikenal dan produknya
dan disukai semua kalangan dan saat ini telah berhasil membuka pintu rezeki dan lapangan kerja untuk banyak orang hingga mencapai 263 outlet.
"Dawet Kemayu menjadi jajanan lawas dengan tampilan kekinian yang menyuguhkan berbagai varian rasa dalam berbagai bentuk kemasan," imbuh Retno.
Saat ini Dawet Kemayu tumbuh dan berkembang menjadi bisnis UMKM besar dan mampu menjual kemasan cup sebanyak 50-300 cups per hari di setiap outlet.
Baca Juga: Triton Tabrak Lapak Bensin Eceran Picu Kebakaran, Tujuh Penghuni Ruko di Samarinda Tewas Terpanggang
Saat ini, franchise Dawet Kemayu menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat, dan dapat menjadi lapangan kerja baru bagi banyak masyarakat.
Dawet Kemayu dikelola oleh tim yang profesional, sehingga para calon mitra franchise yang ingin bergabung sudah diberikan bisnis plan dan promosi tools.
Sedangkan untuk sistemnya sendiri Dawet Kemayu adalah franchise putus, kendati begitu mitra Dawet Kemayu tetap mendapatkan full support pendampingan dari team manajemen, dan sampai saat ini sudah ada 263 lebih outlet yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali.*