HARIAN MERAPI - Kekalahan dari PSIS Semarang pada BRI Liga 1 di Stadion Jatidiri Minggu (3/12/2023) cukup menyakitkan bagi PSS Sleman.
PSS Sleman sebenarnya masih punya waktu sekitar dua sampai tiga menit untuk menyamakan skor saat lawan PSIS Semarang di BRI Liga 1.
Namun, kericuhan di dalam lapangan saat laga PSIS Semarang jamu PSS Sleman pada BRI Liga 1 membuat wasit Rio Permana meniup peluit panjang setelah berdiskusi dengan kapten kedua tim.
Baca Juga: Siap tangani caleg depresi akibat gagal jadi anggota dewan, ini yang dilakukan Dinkes Bantul
Pemain PSS Sleman Kim Jeffrey Kurniawan, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.
Ia yakin Laskar Sembada bisa menyamakan skor di sisa waktu pertandingan.
Namun, demi alasan keamanan semua pihak, ia dan kolega harus lapang dada menerima keputusan ini.
"Sebenarnya cukup, masih ada 2-3 menit tetapi apa boleh buat keputusan sudah ada. Kita harus menatap ke depan," kata Kim Jeffrey.
Baca Juga: Posko Antemortem di RSAM Bukittinggi Terima Tujuh Pendaki Korban Erupsi Gunung Marapi
Eks gelandang Persib Bandung ini ingin PSS Sleman kembali ke trek kemenangan dalam laga selanjutnya.
Mereka akan menjamu RANS Nusantara di Stadion Maguwoharjo, Rabu (8/12/2023).
Kim Jeffrey ingin bayar utang kekalahan di kandang PSIS Semarang.
Baca Juga: Petugas KPPS dibatasi usia maksimal 55 tahun, begini alasan KPU
Namun, mereka bertanding dalam kondisi yang tak ideal lantaran masih harus menjalani laga tanpa penonton buntut masuknya oknum suporter ke dalam lapangan saat menghadapi Bali United.