Polisi Masih Buru Pelaku Pembacokan di Godean, CCTV Jadi Fokus Penyelidikan

photo author
Samento Sihono, Harian Merapi
- Kamis, 9 April 2026 | 16:00 WIB
 Ilustrasi penganiayaan.  (ANTARA)
Ilustrasi penganiayaan. (ANTARA)

HARIAN MERAPI - Kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi di Jalan Godean Km 9,5, Dusun Senuko, Sidoagung, Godean, hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Aparat masih memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pembacokan tersebut.

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan terkait pengungkapan kasus tersebut.

Baca Juga: Polres Bantul Ungkap Peredaran 11.479 Pil Yarindo

Polisi masih fokus mengumpulkan alat bukti, khususnya rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

"Masih dalam pencarian. Kami sedang mencari CCTV terdekat dari lokasi. Nanti kalau sudah ada perkembangan akan segera kami rilis, ditunggu saja. Sementara ini saya koordinasi dengan Bapak Kapolsek, belum ada perkembangan, jadi masih pencarian," ujar Iptu Argo saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya mendapatkan rekaman CCTV yang dapat menggambarkan secara jelas situasi saat kejadian berlangsung guna mengidentifikasi para pelaku.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi, Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca Juga: Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Korban berinisial DHA (21), mahasiswa asal Jambi, saat itu melintas di lokasi kejadian dengan berboncengan tiga menggunakan sepeda motor Honda Scoopy putih bersama dua rekannya, MIAV (21) dan MAAP (21).

Insiden bermula ketika rombongan korban diduga disalip oleh sekelompok pelaku.

Aksi saling pandang sempat terjadi sebelum situasi memanas di pertigaan Bapas, di mana kendaraan pelaku berputar arah sambil menyeret benda yang memicu percikan api.

Baca Juga: Pelaku Curas Bersenjata Tajam Ditangkap Polisi, Sempat Ancam Korban di Seyegan Sleman

Ketegangan berlanjut hingga korban dan rekannya berhenti di depan penjual bambu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X