HARIAN MERAPI - Ledakan emosi atau tantrum pada anak bukanlah sekadar perilaku negatif, melainkan bagian dari proses perkembangan emosi yang belum matang.
Tantrum biasa terjadi, misalnya anak belum mampu mengungkapkan kebutuhan atau emosi dengan tepat. Di sinilah peran orang tua sangat penting untuk membantu anak mengenali, memahami dan mengelola emosi anak.
Hal tersebut diungkap Dr. Martaria Rizky Rinaldi, M.Psi., Psikolog saat menjadi narasumber utama seminar parenting secara daring, Rabu (15/4/2026). Seminar ini bagian dari pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Baca Juga: Sepekan, Polres Bantul sita 1.450 pil sapi dan puluhan Alprazolam
Sebagai pemrakarsa PkM, yaitu Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta.
Pada kesempatan tersebut, Martaria juga menekankan pentingnya kemampuan regulasi emosi bagi segenap orang tua. Sebab, anak banyak belajar dari orang tuanya.
“Jika orang tua mudah terpancing emosi, anak akan meniru. Sebaliknya, jika orang tua mampu tenang dan konsisten, anak akan belajar cara mengelola emosinya dengan lebih adaptif,” tegasnya.
Martaria yang juga Ketua PkM menambahkan, melalui program tersebut, Fakultas Psikologi UMBY menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui edukasi parenting berbasis ilmiah.
Baca Juga: Truk Muat 4 Ton Obat Nyamuk Terperosok di Dlingo Bantul, Ini Penyebabnya
“Para orang tua diharapkan dapat lebih siap mendampingi perkembangan emosi anak demi terciptanya pola pengasuhan yang sehat, suportif, dan adaptif di lingkungan keluarga,” paparnya.
Tak kurang dari 40 peserta antusias mengikuti seminar dari awal hingga akhir, serta berlangsung sangat interaktif, seperti terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta.
Pertanyaan yang muncul mencerminkan pengalaman nyata orang tua, mulai dari anak yang tantrum karena keinginannya tak terpenuhi, kesulitan anak dalam mengungkapkan emosi hingga perilaku agresif seperti memukul dan menendang saat marah.
Baca Juga: Nekat Jualan di Kawasan Jembatan Kewek, Street Coffee Liar Dirazia Satpol PP
Beberapa peserta juga menyoroti tantangan dalam menghadapi perbedaan pola pengasuhan di dalam keluarga, seperti intervensi kakek-nenek saat anak menangis serta kebingungan dalam menentukan cara terbaik antara menenangkan anak saat tantrum.