HARIAN MERAPI - Sebanyak 52 mahasiswa STIKes Notokusumo Yogyakarta resmi diwisuda. Dalam prosesi wisuda periode kedua tahun akademik 2025–2026 yang digelar pada Kamis (16/4/2026), pagi.
Ketua STIKes Notokusumo Yogyakarta, Taukhit, S.Kep., Ns., M.Kep, menyampaikan bahwa para wisudawan berasal dari berbagai program studi, mulai dari sarjana keperawatan, program studi farmasi, hingga diploma keperawatan.
"Pada hari ini kami mewisuda sebanyak 52 mahasiswa. Ini merupakan periode kedua, karena sebelumnya pada bulan September kami telah mewisuda kurang lebih 200 mahasiswa," ujarnya.
Taukhit menjelaskan, kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia saat ini masih sangat tinggi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah.
"Permintaan tenaga kesehatan, baik di bidang keperawatan maupun farmasi, masih sangat besar. Tidak hanya di sektor pelayanan kesehatan, tetapi juga terbuka peluang di industri, khususnya farmasi," jelasnya.
Menurutnya, sejumlah lulusan bahkan telah terserap di dunia kerja melalui program beasiswa ikatan dinas maupun kerja sama dengan berbagai institusi kesehatan. Selain itu, kampus juga memfasilitasi lulusan melalui pusat karier.
"Kami memiliki Notokusumo Career Center yang membantu mahasiswa mengakses dunia kerja. Beberapa lulusan juga sudah terhubung dengan mitra, termasuk rumah sakit," katanya.
Ia menambahkan, peluang kerja bagi lulusan tenaga kesehatan tidak hanya terbatas di dalam negeri, tetapi juga terbuka hingga ke luar negeri melalui kerja sama yang telah dibangun kampus.
"Lulusan keperawatan tidak hanya bekerja di fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga bisa berkembang menjadi entrepreneur di bidangnya. Bahkan peluang kerja di luar negeri juga terbuka," ungkapnya.
Baca Juga: Kutukan Istri Kepada Suami yang Selingkuh Akan Kejadian?
Di tengah dinamika global, Taukhit menilai sektor kesehatan tetap menjadi bidang yang stabil dan berkelanjutan.
"Pekerjaan di bidang kesehatan bersifat kontinu dan tidak terlalu terpengaruh oleh dinamika global. Namun, perubahan sosial ekonomi tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan," tambahnya.
Sebagai bekal menghadapi dunia kerja, pihak kampus tidak hanya memberikan kompetensi teknis, tetapi juga keterampilan pendukung lainnya.
"Kami membekali lulusan dengan kompetensi sesuai bidangnya, serta kemampuan bahasa, kewirausahaan, dan soft skill agar siap bersaing di dunia kerja," pungkasnya.(*)