pendidikan

Petani asal Tempel Sleman belajar pemanfaatan bahan organik di UMBY, salah satunya ada materi pembuatan pestisida

Selasa, 21 November 2023 | 10:30 WIB
Petani asal Jetis Sumberrejo Tempel Sleman saat mengikuti rangkaian kegiatan PkM di kompleks Fakultas Agroindustri UMBY. (Dok.UMBY)

HARIAN MERAPI – Tak hanya mahasiswa Program Studi(Prodi) Agroteknologi Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang bisa belajar seputar pertanian di kampus setempat.

Masyarakat atau petani pun dapat belajar pertanian di Prodi Agroteknologi Fakultas Agroindustri UMBY, misalnya ketika ada program pengabdian kepada masyarakat (PkM).

Seperti halnya, baru-baru ini, 40 petani asal Padukuhan Jetis, Sumberrejo, Tempel, Sleman antusias mengikuti rangkaian kegiatan PKM di gedung kompleks Fakultas Agroindustri UMBY.

Baca Juga: OPPO Find N3 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Pengalaman Foldable Tanpa Kompromi dan Flip Terbaik

PKM tersebut diinisiasi Dr Ir Dian Astriani SP MP sebagai ketua, sedangkan anggotanya terdiri dari, Ir Wafit Dinarto MSi MCE dan Ir Reo Sambodo SP MMA.

Menurut Dr Dian Astriani, rangkaian kegiatan PkM tersebut antara lain mengajak petani agar dapat merasakan atsmosfer dunia pendidikan di kampus UMBY, lebih khusus dalam bidang pertanian.

“Sehingga kami harapkan, petani sebagai praktisi sedangkan Prodi Agroteknologi Fakultas Agroindustri UMBY selaku institusi pendidikan yang bergerak dibidang pertanian dapat saling bersinergi dalam mengembangkan pertanian di Indonesia,” paparnya.

Ia sendiri antara lain memberikan materi seputar pemanfaatan bahan-bahan organik untuk bidang pertanian secara umum. Pasalnya, selama ini banyak bahan organik yang belum maksimal penggunaannya untuk kebutuhan budidaya pertanian.

Antara lain bahan organik wujud gulma seperti tanaman siam (Chromolaena odorata L.) yang dapat diproses menjadi pupuk organik. Tanaman ini berkembang biak dengan biji serta dapat memperbanyak diri secara vegetatif lewat cabang lateral.

Baca Juga: Pria curi pakaian dalam wanita, jangan-jangan punya kelainan

Bahkan dapat tumbuh kembali setelah pembabatan maupun pembakaran. Kemampuan pertumbuhan tersebut menjadikan gulma siam berpotensi untuk dijadikan bahan baku pembuatan pupuk organik.

Apalagi gulma siam juga mempunyai kandungan Nitrogen tinggi, yakni 2,65 persen, sehingga dapat menghasilkan biomassa yang tinggi pula. Selain itu juga ada materi penggunaan pestisida berbahan alami/organik untuk pengendalian hama tanaman.

“Salah satu contohnya pemanfaatan limbah kulit biji jambu mete dapat sebagai bahan pembuatan pestisida untuk menanggulangi kutu bubuk pada penyimpanan benih jagung,” urai Dr Dian.

Sementara itu salah satu petani asal Jetis Tempel, Sumaryanto mengungkapkan, tingginya biaya input dalam budidaya pertanian menjadikan petani kian tertarik untuk belajar pemanfaatan bahan-bahan organik/alami.

Halaman:

Tags

Terkini