Ini memberikan peluang bagi layanan kesehatan mental untuk hadir secara konsisten dan tanpa biaya tambahan. Guru dan staf sekolah dapat dilatih untuk mengenali tanda-tanda awal masalah kesehatan mental.
Intervensi dini melalui konselor sekolah atau psikolog dapat membantu mencegah masalah yang lebih serius.
“Sekolah dapat pula bekerja sama dengan orang tua dan komunitas untuk menciptakan pendekatan holistik yang mendukung kesehatan mental siswa secara lebih luas,” ungkap Sheilla.
Sedangkan Albert Yakobus Chandra menjelaskan, setiap topik dalam aplikasi digitalliteracy.id dilengkapi dengan materi pembelajaran, video, dan kuis sebagai sarana siswa untuk meningkatkan pemahaman terkait literasi digital dan literasi lintas problem remaja.
Baca Juga: Benarkah rokok elektrik sama bahayanya dengan rokok konvensional, begini penjelasan dokter jantung
Sementara itu Ketua MGBK Kabupaten Sleman, Eko Yulianto, S.Pd mengatakan, acara yang diprakarsai tim PkM UMBY tersebut memberi banyak manfaat, misalnya untuk pengembangan keterampilan sosial dan emosional siswa.
“Tim PkM UMBY mampu memberikan tambahan ilmu dan wawasan bagi kami, misalnya terkait literasi digital serta seputar kesehatan mental bagi siswa seperti manajemen stress hingga pemecahan masalah sebagai bekal untuk kehidupan sosial masyarakat kedepannya,” papar Eko. *