• Rabu, 8 Desember 2021

Tarif PCR Akan Mulai Turun Selasa Besok. Harganya Maksimal Rp525 Ribu

- Senin, 16 Agustus 2021 | 19:25 WIB
Tangkapan layar Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Abdul Kadir saat menyampaikan keterangan pers secara vvirtual terkait tarif RT-PCR yang dipantau dari Jakarta, Senin sore ((ANTARA/Andi Firdaus).)
Tangkapan layar Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Abdul Kadir saat menyampaikan keterangan pers secara vvirtual terkait tarif RT-PCR yang dipantau dari Jakarta, Senin sore ((ANTARA/Andi Firdaus).)

JAKARTA, harianmerapi.com - Tarif tertinggi pelayanan tes 'polymerase chain reaction' (PCR) Covid-19 di Indonesia akan turun mulai Selasa (17/8) pagi. Hal itu tak bisa dilepaskan dari permintaah Presiden Joko Widodo yang menghendaki tarif maksiman PCR sebesar Rp550 ribu.

"Kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi Real Time PCR diturunkan menjadi Rp495 ribu untuk daerah Pulau Jawa dan Bali serta Rp525 ribu untuk daerah di luar Pulau Jawa-Bali," kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Abdul Kadir melalui keterangan pers secara virtual yang dipantau dari Jakarta, Senin (16/8/2021).

Menurut Abdul Kadir, tarif tersebut mengalami evaluasi dari ketetapan tarif tertinggi tes PCR sesuai Surat Edaran Dirjen Yankes Nomor HK.0202/1/3713/2020 tanggal 5 Oktober 2020 yang sebelumnya mencapai Rp900 ribu per orang.

Penurunan tarif hingga 45 persen tersebut, kata Abdul Kadir, dilakukan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap perhitungan biaya komponen jasa pelayanan SDM, komponen bahan habis pakai, biaya administrasi dan komponen biaya lainnya yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.

"Pada tahap awal, harga bahan habis pakai yang kita beli kebanyakan harganya masih tinggi, termasuk juga barang medis habis pakai masih mengacu pada situasi pandemi yang sempat tinggi," katanya.

Baca Juga: Ombudsman Ingatkan Polda Metro Jaya Tidak Memasang Stiker Bagi Warga Yang Belum Divaksin

Saat ini, kata Abdul Kadir, telah terjadi penurunan komponen harga tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan akan terjadi evaluasi harga yang lebih rendah tergantung situasi pasar.

Ia mengimbau semua fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium dan fasilitas pemeriksaan lainnya dapat mematuhi ketentuan tarif tersebut.

Ia juga mengingatkan para penyedia jasa layanan tes RT-PCR untuk dapat memberikan hasil laporan maksimal 1x24 jam sejak pengambilan sampel swab PCR.

"Pemeriksaan PCR di laboratorium membutuhkan waktu minimal delapan jam sebab sampel yang masuk tidak bersamaan. Selain itu ada daerah yang membutuhkan waktu pengiriman sampel ke laboratorium," katanya.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X