• Selasa, 19 Oktober 2021

Kasus Kredit Fiktif Rp 11,6 Miliar Dilimpahkan ke Kejari Magelang

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 13:02 WIB
Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti kasus korupsi kredit fiktif di Bank Bapas 69 Magelang dengan kerugian negara sebesar Rp11,6 miliar dengan tersangka SN (42).  (ANTARA/HO - Polres Magelang)
Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti kasus korupsi kredit fiktif di Bank Bapas 69 Magelang dengan kerugian negara sebesar Rp11,6 miliar dengan tersangka SN (42). (ANTARA/HO - Polres Magelang)


MAGELANG, harianmerapi.com - Setelah berkas dinyatakan lengkap (P21), Polres Magelang Jawa Tengah, akhirnya melimpahkan tersangka SN (42) terkait kasus korupsi kredit fiktif di Bank Bapas 69 Magelang dengan kerugian negara sebesar Rp 11,6 miliar ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang.

Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Muhammad Alfan di Magelang, Kamis (5/8/2021), mengatakan kasus korupsi kredit fiktif di Bank Bapas 69 Magelang telah dinyatakan lengkap (P21) dan selanjutnya tersangka dan barang bukti menjadi tanggung jawab kejaksaan.

Tersangka SN dikenakan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 atas perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

Baca Juga: Volume Perdagangan RI - China Jadi Alasan Indonesia Gunakan Mata Uang Lokal

Alfan menyampaikan tersangka SN diduga telah memanipulasi data dengan menggunakan ratusan nama orang untuk mengajukan perjanjian kredit antara PT Indonusa Telemedia dengan perusahaan daerah Bank Bapas 69 Magelang pada kurun waktu Mei 2018 hingga 2020.

"Ada 300 nama yang dicantumkan sebagai karyawan PT Indonusa Telemedia Magelang. Namun berdasarkan audit dari internal Bank Bapas 69 ditemukan 251 nama yang ternyata bukan karyawan PT Indonusa Telemedia," katanya

Menurut dia para karyawan tersebut masing-masing diajukan pinjaman sebesar Rp50 juta.

Baca Juga: Penting ! Segera Dibuka Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 18, Ini Caranya

Sementara 251 nama didapat dari salah satu karyawan PT Indonusa Telemedia atas permintaan tersangka SN agar mengaku sebagai karyawan dari PT tersebut.

"Hasil penyelidikan yang sudah kami lakukan dari 251 nama tersebut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp11.687.956.665," katanya.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X