Awas, potensi konflik tetap muncul pada Pemilu 2024 

- Kamis, 17 November 2022 | 08:00 WIB
Pelaksanaan peningkatan kapasitas panwaslucam sekabupaten Magelang. ( foto : Zaini Arrosyid)
Pelaksanaan peningkatan kapasitas panwaslucam sekabupaten Magelang. ( foto : Zaini Arrosyid)



HARIAN MERAPI - Mantan Ketua Bawaslu RI 2011-2012 Bambang Eka Cahya Widodo SIP, M.Si mengatakan pelaksanaan pemilu 2024, tetap berpotensi konflik.

Maka itu jajaran Bawaslu RI hingga Pengawasan Tempat Pemungutan Suara (TPS) bertugas meminimalisir agar konflik dan sengketa tidak merusak tahapan Pemilu.

 

"Pemilu adalah kompetisi yang diselenggarakan oleh negara, akan ada persaingan antar peserta Pemilu yang berpotensi muncul gesekan konflik dan sengketa," kata Mantan Ketua Bawaslu RI 2011-2012 Bambang Eka Cahya Widodo SIP, M.Si, Kamis (17/11).

Baca Juga: Hadapi Pilpres 2024, Khofifah mengaku fokus urus Jatim, ini alasannya
 
Dosen Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu mengatakan Bawaslu sebagai wasit harus paham regulasi, agar konflik dan sengketa tidak melebar dan merusak tahapan Pemilu. "Pahami regulasi, dan berdasar regulasi itu pengawas menjalankan tugas.

Dia mengatakan pada Rabu (17/11), menjadi narasumber Sosialisasi Peraturan Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu, yang digelar Bawaslu Kabupaten Magelang di Joglo Bu Condro Borobudur. Pada kegiatan itu ditekankan perlunya kepatuhan dari jajaran pengawas pada aturan, dan tegas dalam menegakkan aturan. 

Dia menyampaikan sebagai pengawas, jajaran Bawaslu memiliki pencegahan dan penindakan dalam proses pengawasan tahapan Pemilu. Dua dua hal itu tidak bisa dipisahkan.

Baca Juga: Polres Temanggung sosialisasi pemanfaatan medsos untuk mendukung tugas kamtibmas

Pengawasan kata dia, memang mengedepankan pencegahan, namun bukan berarti penindakan ditiadakan.

 Dimana pencegahan bertujuan agar pelanggaran tidak terjadi, dan penindakan bertujuan pelanggaran yang sudah terjadi tidak menjadi konflik yang lebih besar.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X