• Rabu, 30 November 2022

Sensus pertanian 2023 jadi dasar perencanaan pembangunan, BPS diminta sajikan data yang mudah dipahami

- Kamis, 1 September 2022 | 20:22 WIB
Pencanangan WBK dan WBBM sekaligus pembukaan Sosialisasi Sensus Pertanian 2023  di Hotel Grand Dafam. (Foto : Amin Kuntari)
Pencanangan WBK dan WBBM sekaligus pembukaan Sosialisasi Sensus Pertanian 2023 di Hotel Grand Dafam. (Foto : Amin Kuntari)

HARIAN MERAPI - Sensus Pertanian 2023 yang akan dilaksanakan di Kulon Progo diharapkan mampu merekam permasalahan dan data-data penting di sektor pertanian. Sebab, hal ini akan menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah khususnya sektor pertanian di Kulon Progo.

Hal tersebut dikatakan Pj Bupati Kulon Progo, Tri Saktiyana saat menghadiri Pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Hotel Grand Dafam Signature International Airport Yogyakarta, Kamis (1/9/2022).

Dalam kesempatan ini, juga sekaligus dilakukan pembukaan Sosialisasi Sensus Pertanian 2023 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kulon Progo.

Baca Juga: BBM bersubsidi tetap akan naik meski harga minyak dunia turun, Pengamat: Konsepnya harus matang dulu

"Masyarakat Kulon Progo sebagian besar sebelumnya bermatapencaharian sebagai petani. Namun sejak dua tahun lalu, mulai terasa adanya pergeseran dari sektor pertanian ke sektor non pertanian lain," kata Tri.

Dirinya meyakini, pada 2022, 2023 dan tahun-tahun seterusnya pergeseran akan sangat cepat terjadi. Tri kemudian berharap sensus ini mampu merekam pergeseran tersebut. Karenanya, tak sekedar menyajikan data statistik yang berkualitas, BPS diharapkan mampu menyajikan data statistik yang mudah dipahami bagi para pemangku kebijakan.

"Untuk menjawab perkembangan zaman dan pembangunan, BPS dituntut mampu menyajikan data-data statistik yang mudah dipahami oleh para pembuat keputusan maupun instansi sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan yang bermuara pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. BPS adalah pembuat sesuatu yang rumit menjadi indah dan mudah dipahami. Sebaik, secermat dan seupdate apapun angka statistik, kalau tidak bisa dipahami oleh pembuat keputusan maka angka-angka itu tidak dapat menyejahterakan masyarakat," kata Tri.

Baca Juga: Makam Syekh Maghribi diyakini juga ada di Bukit Jabal Kanil, Tawangmangu, ceritanya begini

Menurut Tri, statistik memang tidak secara langsung menyejahterakan masyarakat, namun sangat menentukan keputusan-keputusan pemangku kebijakan untuk menyejahterakan masyarakat. Karenanya penting untuk menyederhanakan dan memahamkan data kepada pihak pengambil keputusan.

Kepala BPS Kulon Progo, Sumarwiyanto menyampaikan, pihaknya terus berkomitmen untuk selalu menghasilkan data statistik yang berkualitas, mewujudkan organisasi yang bersih dan akuntabel, menggunakan anggaran yang efektif dan efisien serta berorientasi pada pelayanan publik.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Korpri diminta berperilaku sederhana dan jaga netralitas

Selasa, 29 November 2022 | 20:25 WIB

Tim kesehatan Kulon Progo kirim obat-obatan ke Cianjur

Senin, 28 November 2022 | 20:40 WIB

Gula semut Kulon Progo terstandarisasi CSQA

Rabu, 16 November 2022 | 21:15 WIB

Teladani semangat pahlawan untuk membangun Kulon Progo

Kamis, 10 November 2022 | 21:30 WIB
X