• Rabu, 5 Oktober 2022

Ini Dia Tiga Exit Tol di Kabupaten Kulon Progo yang Beroperasional Akhir 2025

- Jumat, 15 Juli 2022 | 08:08 WIB
Jalan tol Solo - Ngawi     (Dokumentasi jasamarga.com)
Jalan tol Solo - Ngawi (Dokumentasi jasamarga.com)


KULON PROGO, harianmerapi.com - PT Jogjasolo Marga Makmur menargetkan jalan bebas hambatan atau jalan tol Solo-Jogja-Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang melalui enam kecamatan/kalurahan di Kabupaten Kulonprogo, beroperasi pada akhir 2025 dan paling lambat awal 2026.

Direktur Teknik PT Jogja Solo Marga Makmur, Pristi Wahyono di Kulon Progo, Kamis (14/7), mengatakan pembangunan jalan tol itu termasuk proyek strategis nasional (PSN) di mana yang bertanggung jawab adalah Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga.

"Pembebasan lahan kami rencanakan pada akhir tahun ini dan selesai pada akhir 2023. Kemudian dioperasionalkan pada akhir 2025 atau awal 2026," kata Pristi Wahyono seperti dilansir dari Antara.

Baca Juga: Lokasi CCTV ETLE Terbaru di Jogja, Simak Cara Mengecek Data Tilang Elektronik Serta Dendanya

Dia mengatakan, di Kulonprogo sendiri ada enam kecamatan/kapanewon dan 17 desa/kalurahan yang dilalui jalan bebas hambatan Solo-Jogja-Bandara Internasional Yogyakarta.

Adapun wilayah yang dilalui, yakni Kapanewon Sentolo (Kalurahan Banguncipto dan Kaliagung), Kapanewon Nanggulan (Kalurahan Donomulyo), Kapanewon Pengasih (Kalurahan Pengasih, Karangsari dan Sendangsari).

Kemudian Kapanewon Wates (Kelurahan Wates), Kapanewon Temon (Kalurahan Kulur, Kaligintung, Temon Wetan, Temon Kulon, Karangwuluh, Sindutan, Kebonrejo dan Janten) serta Kapanewon Kokap (Kalurahan Hargorejo dan Hargomulyo).

Baca Juga: Memahami Cara Kerja CCTV ETLE, Simak Alur, Konfirmasi dan Pembayaran Tilang Elektronik Melalui Kode BRIVA

Selain itu, jalan tol Solo-Bandara Internasional Yogyakarta akan dilengkapi tiga "exit tol" yang berada di Sentolo, Wates dan Bandara Internasional Yogyakarta.

"Exit tol Yang dibangun terlebih dahulu di Wates dan Bandara Internasional Yogyakarta. Sedangkan, exit tol di Sentolo karena dari kajian analisa kita trafiknya sangat kecil sehingga dibuat terakhir," sambung Pristi.

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekda Kulon Progo dijabat Triyono

Selasa, 20 September 2022 | 21:56 WIB

Teteg wetan resmi ditutup, pengendara mengeluh jauh

Selasa, 20 September 2022 | 21:45 WIB

Karya Bakti TNI buka akses transportasi di Girinyono

Senin, 5 September 2022 | 19:45 WIB

Puluhan seniman mainkan gamelan keliling Kulon Progo

Jumat, 26 Agustus 2022 | 20:30 WIB
X