• Kamis, 18 Agustus 2022

Menteri BUMN Erick Thohir : Bersih-Bersih BUMN untuk Perbaiki Sistem

- Senin, 27 Juni 2022 | 20:30 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir ketika menyampaikan keterangan pers di Lobi Utama Gedung Kartika Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (27/6/2022).  (ANTARA/Putu Indah Savitri)
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir ketika menyampaikan keterangan pers di Lobi Utama Gedung Kartika Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (27/6/2022). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

JAKARTA, harianmerapi.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui, korupsi pasti terjadi setiap tahun.

Namun demikian, pemerintah terus berupaya menekan jumlah kasus korupsi dengan perbaikan sistem, sehingga bisa berjalan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

"Jadi, program ini bukan hanya program penangkapan, melainkan bagaimana program ini bisa menyelamatkan, merestrukturisasi, dan menjadi sebuah solusi yang baik untuk kita semua," tegas Erick, di Jakarta, Senin (27/6/2022).

Baca Juga: Iko Uwais Tidak Penuhi Panggilan, Polda Mentro Jaya : Bisa Dilakukan Penjemputan

Dia menegaskan, program bersih-bersih BUMN bukan sekadar upaya penegakan hukum, melainkan perbaikan sistem di Kementerian BUMN dan seluruh perusahaan pelat merah.

"Program bersih-bersih BUMN tadi yang disampaikan Pak Jaksa Agung ini bukan program seperti istilahnya kami hanya ingin menangkap, melainkan yang terpenting bagaimana di dalam program ini kami memperbaiki sistem yang ada di perusahaan-perusahaan BUMN dan Kementerian BUMN," kata Erick.

Dia mencontohkan penanganan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), dimana Kementerian BUMN dan Presiden Joko Widodo mendorong perbaikan dalam tubuh perusahaan asuransi itu. Selain itu, Kementerian BUMN juga menggandeng Kejaksaan Agung dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan perbaikan Jiwasraya.

Baca Juga: Seorang Kakek Melakukan Pencabulan Terhadap Anak Tetangga Diamankan Polresta Yogyakarta

"Kami bisa membuktikan sekarang perbaikan Jiwasraya sudah hampir menyeluruh. Memang belum sempurna, tetapi sudah ke arah yang baik, begitu pun Asabri," tambahnya.

Oleh karena itu, terkait restrukturisasi PT Garuda Indonesia, Erick mengatakan proses tersebut sedang berlangsung, salah satunya terkait dengan pemungutan suara terhadap kreditur yang merupakan bagian dari proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X