• Sabtu, 21 Mei 2022

Kasus Vaksin Kosong, Polda Sumut Periksa 13 Saksi dan Dua Siswi SD Wahidin yang Jadi Korban

- Selasa, 25 Januari 2022 | 05:55 WIB
Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Hadi Wahyudi.  (ANTARA/Munawar Mandailing)
Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Hadi Wahyudi. (ANTARA/Munawar Mandailing)

 

MEDAN, harianmerapi.com - Personel Polda Sumatera Utara memeriksa para saksi, dalam kasus menyuntikkan vaksin kosong kepada dua siswi Sekolah Dasar (SD) Wahidin di Labuhandeli untuk dilakukan penyidikan lebih mendalam.

"Saat ini Polda Sumut telah memeriksa 13 saksi, dan termasuk dua orang siswi SD Labuhandeli yang menjadi korban vaksinasi kosong," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, di Medan, Senin (24/1/2022).

Hadi menyebutkan, saat ini Polda Sumut masih melakukan pengembangan dan pendalaman kasus vaksinasi kosong.Selain itu, penyidik mengaudit jumlah vaksin, vaksin yang digunakan, pencapaian vaksinasi (target) dan lainnya dengan melibatkan Dinas Kesehatan Sumut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut dan saksi ahli.

Baca Juga: Kasus Suntikan Vaksin Kosong, Seorang Nakes Diperiksa Polisi

"Mengenai motif pelaku menyuntikkan vaksin kosong kepada siswi tersebut, masih dalam penyidikan. Dalam kasus vaksinasi kosong ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka," jelasnya.

Sebelumnya, Polda Sumut memeriksa tenaga kesehatan (nakes) diduga menyuntikkan vaksin kosong kepada dua siswi SD di Labuhandeli yang videonya viral di media sosial (medsos).

Polda Sumut merespon cepat dan mendalami rekaman video yang viral serta memeriksa pihak-pihak terkait.

Baca Juga: Vaksin Booster Heterolog Diberikan Setengah Dosis, Begini Penjelasan Menteri Kesehatan

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X