Vaksin Booster Heterolog Diberikan Setengah Dosis, Begini Penjelasan Menteri Kesehatan

- Selasa, 18 Januari 2022 | 19:05 WIB
Tangkapan layar varian vaksin booster yang memperoleh izin penggunaan darurat (EUA) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.  (ANTARA/HO-Humas BPOM RI)
Tangkapan layar varian vaksin booster yang memperoleh izin penggunaan darurat (EUA) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. (ANTARA/HO-Humas BPOM RI)

JAKARTA, harianmerapi.com - Pemerintah memberikan vaksin booster heterolog setengah dosis untuk keamanan serta kemudahan operasional di lapangan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengemukakan vaksin heterolog ini sudah banyak penelitiannya di luar negeri dan kenapa ini menjadi preferensi, karena memberikan 'multiple protection'.

"Jadi jenis antibodi yang kemudian disuntik booster heterolog menjadi akan lebih kaya dibandingkan dengan kalau itu homolog," kata Budi Gunadi Sadikin saat hadir di Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diikuti dari YouTube Komisi IX DPR RI di Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Baca Juga: Kekerasan dalam Rumah Tangga, Korban Percobaan Perkosaan oleh Ayah Tiri Masih Trauma

Budi mengatakan Amerika Serikat adalah negara yang telah meneliti serta menerapkan pemberian setengah dosis Moderna. "Karena memang Moderna Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI)-nya tinggi. Jadi kita melihat bahwa diberikan setengah dosis akan jauh lebih aman," katanya.

Budi mengatakan kebijakan setengah dosis booster heterolog juga mempertimbangkan rekomendasi dari (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization/ITAGI) dan uji klinik dari konsorsium profesor Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia serta sudah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Setelah kita lihat, rata-rata kalau vaksin primer itu mungkin 100-200 sudah tinggi sekali titer antibodinya. Begitu dia disuntik booster setengah dosis, itu naik ke level 7.500 sampai 8.000. Kalau kita ingat plasma konvalesen itu memberikan proteksi di level 250," katanya.

Baca Juga: Timnas Indonesia Siapkan 27 Pemain untuk Hadapi Timor Leste pada Pertandingan Persahabatan Internasional FIFA

Pemberian dosis penuh vaksin booster, kata Budi, menambah interval peningkatan titer antibodi rata-rata 500. "Jadi kita melihat kalau sudah memberikan proteksi jauh di atas itu, beda 500 tidak terlalu signifikan," katanya.

Alasan berikutnya adalah kemudahan operasional dari para vaksinator di lapangan dalam memilih takaran dosis vaksin booster.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Akan Secepatnya Hapus PPKM

Minggu, 22 Mei 2022 | 15:40 WIB

Selamat Jalan Prof. Fahmi Idris

Minggu, 22 Mei 2022 | 14:50 WIB

KPK Ajak Masyarakat Bantu Cari Harun Masiku

Jumat, 20 Mei 2022 | 23:00 WIB
X