• Sabtu, 21 Mei 2022

Banyak Pihak Minta Hadfana Firdaus Dimaafkan, Kapolres Lumajang: Tak Pengaruhi Proses Hukum Tendang Sesajen

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 18:52 WIB
Hadfana Firdaus (topi hitam) usai tertangkap di Bantul. Rektor UIN Jogja mengimbau Hadfana dimaafkan namun polisi tetap akan memproses kasusnya. (Foto: Twitter/Polres Bojonegoro)
Hadfana Firdaus (topi hitam) usai tertangkap di Bantul. Rektor UIN Jogja mengimbau Hadfana dimaafkan namun polisi tetap akan memproses kasusnya. (Foto: Twitter/Polres Bojonegoro)

LUMAJANG,harianmerapi.com-Pria tendang sesajen di lokasi bencana alam Gunung Semeru, Hadfana Firdaus saat ini ditahan di Mapolres Lumajang demi kelancaran proses penyidikan. Meski banyak pihak menyarankan kasus ini dihentikan dan pelaku diberi maaf, namun polisi mengindikasikan akan tetap lanjut.

Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno menyatakan kasus ini masih terus bergulir. “Kasus ini akan tetap bergulir ke ranah hukum. Jadi, adapun nantinya ada islah atau maaf-memaafkan itu sama sekali tidak berpengaruh pada proses hukum yang kita tempuh,” tegas Kapolres seperti dikutip dari Humas Polres Lumajang, Sabtu (22/1/2022).

Ia kembali menjelaskan, sejak viralnya Pria tendang sesajen beberapa waktu lalu itu, kasus hukumnya diproses Polres Lumajang. “Kami diback up Polda Jatim, untuk membantu menangkap pelaku. Untuk penyidikan seluruhnya, kami (Polres Lumajang,red) yang menangani,” jelas AKBP Eka Yekti.

Baca Juga: Pria dalam Video Viral Perusakan Sesaji di Kawasan Erupsi Gunung Semeru Dipastikan Bukan Orang Lumajang

Kapolres juga mengimbau warga untuk mempercayakan proses hukum yang sudah berjalan di Kepolisian. “Percayakan pada kami. Kami pastikan proses hukum ini akan terus berjalan. Berkas perkaranya segera kita limpahkan, dan kita koordinasikan ke pihak Kejaksaan,” bebernya.

Sebelumnya sejumlah pihak sudah menyarankan agar kasus ini diselesiakan dengan damai. Salah satunya disuarakan Rektor Universitas Islam Negeri atau UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Al Makin. Hadfana Firdaus pernah kuliah di UIN Jogja meski tak selesai.

"Saya menyerukan agar segera proses hukum ini sebaiknya dihentikan dan sebaiknya kita maafkan," kata Al Makin saat konferensi pers di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Jumat (14/1/2022) seperti dilansir harianmerapi.com dari Antara.

Baca Juga: Kasus Tendang Sesajen di Kawasan Bencana Gunung Semeru, Pakar : Tidak Perlu Sampai Ranah Hukum

Menurut Al Makin, dibandingkan kasus yang menjerat Hadfana Firdaus, banyak pelanggaran lain yang lebih berat terkait dengan kaum minoritas namun tidak masuk ke ranah hukum.

"Banyak sekali kasus yang lebih berat. Saya sendiri punya datanya yang lengkap, pelanggaran rumah ibadah, pelanggaran kepada minoritas, pembakaran, tidak semuanya masuk ranah hukum," ucap dia.*

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Ajak Masyarakat Bantu Cari Harun Masiku

Jumat, 20 Mei 2022 | 23:00 WIB

Diberhentikan IDI, Terawan Bergabung ke PDSI

Jumat, 20 Mei 2022 | 18:30 WIB
X