• Kamis, 30 Juni 2022

BMKG : Banyaknya Gempa Susulan Tidak Berarti Akan Mengarah Kepada Gempa Besar

- Senin, 17 Januari 2022 | 18:15 WIB
Seorang warga berusaha memperbaiki rumah yang rusak akibat gempa tektonik dengen magnitudo 6,6 yang berpusat di Sumur, Banten beberapa waktu lalu.  (ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Tangerang)
Seorang warga berusaha memperbaiki rumah yang rusak akibat gempa tektonik dengen magnitudo 6,6 yang berpusat di Sumur, Banten beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Tangerang)

JAKARTA, harianmerapi.com - Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan bahwa banyaknya gempa susulan tidak berarti akan mengarah kepada kejadian gempa besar.

"Gempa susulan jika banyak terjadi tidak mengarah kepada kepada kejadian gempa besar, tetapi meluruh dan tidak terjadi lagi," ujar Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono ketika dihubungi dari Jakarta pada Senin (17/1/2022).

Dia menjelaskan bahwa gempa susulan biasanya terjadi memiliki kekuatan atau magnitudo yang lebih kecil dari gempa utama. Gempa susulan juga akan semakin mengecil kekuatannya dan semakin jarang terjadi.

Baca Juga: Haruna Soemitro Kritik Shin Tae-Yong, Sekjen PSSI : Shin Aman, Bahkan Kontraknya Bisa Diperpanjang

"Jadi makin lama akan main mengecil kekuatannya dan makin jarang terjadi hingga kemudian stabil dan normal kembali," katanya.

Indonesia dalam beberapa waktu terakhir mengalami beberapa kali gempa bumi yaitu gempa bumi magnitudo 6,6, pada Jumat lalu (14/1), yang memiliki episenter 53 kilometer barat daya Sumur di Kabupaten Pandeglang, Banten, dengan kedalaman 40 kilometer. BMKG mencatat sampai dengan esok harinya sampai dengan pukul 12.00 WIB terjadi 33 kali aktivitas gempa susulan usai gempa utama

Sehari setelahnya, pada Sabtu (15/1), juga terjadi gempa bumi magnitudo 4,1 dengan pusat gempa 23 kilometer tenggara Bangkalan di Jawa Timur pada kedalaman 14 kilometer.

Baca Juga: Niat Berenang, Seorang Siswa SMA Tewas Terbawa Arus Sungai Oya Imogiri Bantul

Gempa kemudian kembali terjadi, pada Senin ini, pukul 07.25 WIB, dengan magnitudo 5,4 dan pusat gempa berada di laut 84 kilometer barat daya Bayah, Banten.

Daryono memastikan bahwa ketiga gempa itu tidak memiliki keterkaitan satu dengan lainnya, mengingat Indonesia memiliki sumber gempa yang banyak yaitu lebih dari 295.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Lima Daerah dengan Kasus PMK Tertinggi

Rabu, 29 Juni 2022 | 18:30 WIB

Taman Nasional Komodo Perlu Pembatasan Pengunjung

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:05 WIB
X