• Sabtu, 13 Agustus 2022

Ratusan Situs Sejarah di Ngawi, DIY Buka Peluang Kerja Sama Pariwisata Budaya

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 11:12 WIB
Dialog bertajuk peran Pemerintah Daerah dalam rangka pembangunan situs-situs bersejarah Kabupaten Ngawi.  (Foto: Wulan Yanuarwati)
Dialog bertajuk peran Pemerintah Daerah dalam rangka pembangunan situs-situs bersejarah Kabupaten Ngawi. (Foto: Wulan Yanuarwati)



NGAWI, harianmerapi.com - Komisi A DPRD DIY melakukan dialog bersama dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi sekaligus berkunjung ke tempat peninggalan sejarah yakni rumah salah satu pahlawan Nasional, Dr KRT Radjiman Widiodiningrat.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengatakan dialog bertajuk peran Pemerintah Daerah dalam rangka pembangunan situs-situs bersejarah Kabupaten Ngawi diharapkan dapat membuka peluang pariwisata berbasis sejarah.

"Peluang kerja sama DIY dan Ngawi tentang destinasi wisata sejarah maupun riset sangat besar. Kita akan duduk bersama Pemda se-DIY untuk mendukung potensi kerja sama ini," ujarnya, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga: Detik-detik Atap Sekolah MTs di Temanggung Ambrol, Siswa dan Guru Berhasil Menyelamatkan Diri

"Apalagi kalau jalan tol Jogja ke Solo sudah jadi tentu Ngawi akan ditempuh dengan waktu singkat sehingga banyak hal yang bisa dikerjasamakan," imbuhnya.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono mengatakan Ngawi memiliki banyak situs peninggalan sejarah yang bisa dikunjungi sebagai upaya mengedukasi generasi muda. Dia berharap dapat belajar pengelolaan pariwisata berbasis sejarah seperti yang ada di DIY.

"Kami berharap setelah ini ada kerja sama yang lebih detail dengan DIY yang merupakan salah satu tujuan wisata andalan Indonesia. Mudah-mudahan sinergi bisa terus terjalin antara DIY dengan Ngawi," ujarnya.

Baca Juga: Denny Siregar Tuding Santri Calon Teroris, Mantan Menkominfo: Anda Fitnah Santri, Untungnya Apa Sih

Dia mengatakan ratusan situs bersejarah yang ada di Kabupaten Ngawi yang sedang dilakukan perbaikan dan restorasi untuk kemudian dapat dioptimalkan untuk kegiatan wisata sejarah.

"Jumlah situs kurang lebih 263 yang sudah kita data, situs maupun kebendaan yang kemudian kita inventarisasi, kemudian melakukan langkah-langkah dalam rangka pelestarian seni budaya," jelasnya. *

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BMKG : Waspadai angin kencang di Labuan Bajo

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:10 WIB
X