• Sabtu, 13 Agustus 2022

PHRI Sebut Pariwisata Sleman Sudah Dibuka dengan Protokol Kesehatan Ketat

- Selasa, 16 November 2021 | 18:51 WIB
Sarasehan dan Dialog Pelaku Wisata Jateng, Jatim, dan DIY bertajuk Pemulihan Pariwisata di masa Pandemi PPKM Level 2, Selasa (16/11/2021). (Foto: Wisnu Murti)
Sarasehan dan Dialog Pelaku Wisata Jateng, Jatim, dan DIY bertajuk Pemulihan Pariwisata di masa Pandemi PPKM Level 2, Selasa (16/11/2021). (Foto: Wisnu Murti)

SLEMAN, harianmerapi.com - Ketua Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Sleman, Joko Paromo mengatakan Pariwisata di Kabupaten Sleman sudah dibuka pada masa pandemi Covid-19 dengan penerapan protokol Kesehatan Covid-19 secara ketat.

Hal ini dilakukan agar seluruh pihak baik pengelola objek wisata maupun wisatawan tetap merasa aman berwisata pada masa pandemi Covid-19.

"Daerah Sleman sendiri memang sifatnya Pariwisata sudah dibuka, mengutamakan prokes kesehatan, harus kita jalankan semuanya sehingga posisi wisatawan pun tidak akan menimbulkan sesuatu yang complicated (kondisi rumit karena masih pandemi) di daerah Sleman," jelasnya, Selasa (16/11/2021) pada Sarasehan dan Dialog Pelaku Wisata Jateng, Jatim, dan DIY bertajuk Pemulihan Pariwisata di masa Pandemi PPKM Level 2.

Baca Juga: Jajan di Kantin Hantu, Ternyata yang Kumakan Seonggok Cacing

Terlebih menurut Joko, telah ada dukungan yang baik dan optimisme yang terus dilahirkan akan bangkitnya pariwisata di Sleman. Apalagi puluhan objek wisata telah tersertifikasi CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan.

"Kepala Dinpar (Dinas Pariwisata) Sleman juga menanggapi hal ini dengan baik dan sigap, bagaimana pariwisata di Sleman bisa bangkit lagi. Terutama ada 14 destinasi yang memenuhi CHSE," jelas Joko.

Salah satu upaya menarik wisatawan agar berwisata sehat di Kabupaten Sleman, Joko menilai pentingnya event untuk menarik minat wisatawan misalnya penyelenggaraan event olahraga berbasis wisata.

Baca Juga: Manfaat Tape Ketan untuk Mencegah Kanker dan Meningkatkan Kekebalan Tubuh

"Untuk kegiatan ada Sleman Tempel Run, Tour de Merapi kemudian ada turnamen golf, kita juga akan lakukan bagaimana membranding, bagaimana dengan kegiatan ini orang berkunjung ke Sleman," ujarnya.

Adapun menghadapi Natal dan Tahun Baru 2022 yang dimungkinkan akan banyaknya wisatawan yang berkunjung, Joko menilai perlunya pertimbangan satuan gugus tugas Covid-19 apabila akan mengadakan acara.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X