• Rabu, 20 Oktober 2021

Dinsos Sleman Akan Hapus 49.330 Penerima Bansos. Ini Alasannya

- Jumat, 3 September 2021 | 17:42 WIB
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama Wabup Sleman Danang Maharsa menyerahkan bantuan sosial bagi keluarga Veteran di Sleman dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan ke 76 Republik Indonesia (ANTARA/HO-Humas Pemkab Sleman)
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama Wabup Sleman Danang Maharsa menyerahkan bantuan sosial bagi keluarga Veteran di Sleman dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan ke 76 Republik Indonesia (ANTARA/HO-Humas Pemkab Sleman)

SLEMAN, harianmerapi.com - Dinas Sosial, Kabupaten Sleman, melakukan verifikasi dan perbaikan data penerima bantuan sosial (bansos). Hasilnya, ada 49.330 calon penerima pada data lama yang sudah tidak sesuai dan oleh karenanya harus dihapus.

"Perbaikan data yang diusulkan untuk dihapus bila ditemukan data penerima manfaat yang sudah pindah, data ganda, invalid atau meninggal," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman Eko Suhargono di Sleman, Jumat (3/9/2021).

Pihaknya juga mengidentifikasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang tidak memiliki e-KTP atau tidak ada Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Sesuai dengan data di Kementerian Sosial (Kemensos), data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Kabupaten Sleman sebanyak 197.509 orang. Data tersebut sedang dalam proses rekap dalam rangka perbaikan data warga penerima bansos," katanya.

Dinsos Sleman mendapat tugas dari Kemensos untuk melakukan percepatan perbaikan data pada DTKS.

Baca Juga: KemenkopUKM, Kemensos, Polda Metro Jaya dan KSP Sahabat Mitra Sejati Bagikan Ribuan Sembako

"Sejauh ini progresnya bisa dikatakan terbaik. Untuk di Yogyakarta, Sleman tertinggi dimana kita telah mencapai prosentase 96,91 persen untuk perbaikan datanya," katanya.

Hasil verifikasi data dari 197.509 DTKS, terdapat 130.649 yang cocok dengan Disdukcapil, 11.054 yang tidak cocok, 261 data yang sudah meninggal dunia, 49.330 data diusulkan hapus dan 106 data yang tidak mempunyai e-KTP.

"Perbaikan data ini dilakukan secara periodik dalam setahun, karena data seperti ini sifatnya sangat dinamis. Sehingga kita selalu aktif memastikan validitas data tersebut," katanya.

Dalam proses verifikasi dan validasi (verval), Dinsos Sleman membuka layanan aduan. Layanan aduan dibuka agar masyarakat bisa memberikan aduan atau laporan bila terjadi perubahan status sosial maupun melaporkan orang lain yang tidak berhak menerima bantuan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Kabupaten Sleman

Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:12 WIB
X