• Rabu, 19 Januari 2022

Jadi Temuan BPK, Aset Perumahan Sub Inti Salatiga Diurus Ulang

- Jumat, 3 September 2021 | 08:18 WIB
Kawasan Perumahan Sub Inti Tegalrejo Salatiga. (Foto: Edy Susanto)
Kawasan Perumahan Sub Inti Tegalrejo Salatiga. (Foto: Edy Susanto)

SALATIGA, harianmerapi. com - Pemkot Salatiga melalui Dinas Perumaham dan Kawasan Permukiman (DPKP) Salatiga turun tangan mengurus lahan aset daerah yang kini menjadi perumahan sub inti atau dikenal rumah 'tukang becak' di Tegalrejo Salatiga.

Permasalahan belum lunasnya pembayaran puluhan lahan kapling sejak tahun 1985 itu menjadi temuan dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Asisten I Setda Salatiga, Joko Wahono kepada harianmerapi. com membenarkan masalah ini dan timnya bersama DPKP telah melakukan rapat dan pembahsan untuk menyelesaikan masalah di lahan Perumahan Sub Inti Tegalrejo tersebut.

Baca Juga: Santri Harus Lawan Penyebaran Radikalisme

"Jadi temuan BPK dan aset diurus oleh bagian aset Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD). Kemudian aset ini dilimpahkan ke DPKP untuk diselesaikan, " jelas Joko Wahono, Kamis (2/09/2021).

Sementara Kepala DPKP Salatiga Eny Endang Surtiani mengatakan tanah yang kini untuk perumahan sub inti tersebut adalah milik pemerintah yang kemudian mendapat bantuan dari pusat membangun perumahan bagi warga miskin khususnya tukang becak. Awalnya th 1985 masyarakat diwajibkan membeli tanahnya (40 m2) seharga 750 ribu dan dicicil Rp.200,- per hari.

Baca Juga: Pak Ogah JLS Salatiga 'Diceramahi' Polisi, Supaya Pintar Atur Jalan

"Ada beberapa yang sudah nyicil tetapi diduga disalahgunakan oleh petugas nya. Kemudian di tahun 2007 harga disesuaikan menjadi Rp. 1.104.000,- hingga saat ini yang lunas baru 24 kapling dari 83 kapling," jelas Eny. *

 

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Terkini

X