sleman

Bupati Sleman dan Mbah Dullah berbagi pengalaman saat digelar Walimatus Safar di kompleks Rumah PWS Sidoluhur Godean

Jumat, 17 April 2026 | 16:00 WIB
Suasana pelaksanaan Walimatus Safar di kompleks Rumah PWS, Sidoluhur Godean. (Foto: Sulistyanto)

HARIAN MERAPI - Saat hari-hari biasa, kompleks Rumah PWS di Sidoluhur Godean Sleman sering terlihat beberapa piranti persewaan tenda-meja-kursi hingga beberapa armada PWS.

Namun pada Kamis (16/4/2026) malam lain dengan hari biasanya, sebab menjadi tempat penyelenggaraan Walimatus Safar (syukuran dan doa bersama calon jamaah haji).

Hadir di kegiatan tersebut, antara lain Bupati Sleman H Harda Kiswaya SE MSi, Ustadz Drs H Abdullah Efendi (akrab disapa Mbah Dullah) dan Panewu Godean Edi Wibowo S.STP MEng.

Ada pula Lurah Sidoluhur serta segenap pamong, pengurus Paguyuban Jagabaya ‘Sembada’ Sleman, sejumlah pengusaha (seperti H Saidi dan H Iriyanto), beberapa tokoh agama/masyarakat hingga warga sekitar.

Adapun sebagai penyelenggara Walimatus Safar (calon haji) terdiri dari Adi Arya Pradana SE bin Wahono Warsito, Niswati binti Wagimin dan Sri Sudarni binti Dibyo Mulyono serta didukung sanak-saudara.

Baca Juga: Muscab PKB Pati kirim tujuh nama ke DPP

Arya Pradana yang juga sebagai Jagabaya Kalurahan Sidoluhur memaparkan, kegiatan tersebut diharapkan bisa sebagai sarana menjalin silaturahmi, tasyakur hingga doa bersama.

“Kami bertiga, saya, istri dan Budhe, mohon doa restu agar diberikan kelancaran, kesehatan dan haji yang mabrur. Kami akan berangkat haji melalui Bandara YIA Kulonprogo dan berada di Tanah Suci sekitar 42 hari,” paparnya.

Ditambahkan Arya, suatu kebahagiaan tersendiri berbagai pihak, terlebih Bupati Sleman H Harda Kiswaya dan istri berkenan menyempatkan waktu serta hadir di Walimatus Safar tersebut.

Mbah Dullah, asal Moyudan Sleman saat tausiah Walimatus Safar memaparkan seputar syarat, rukun dan wajib haji. Sejumlah pengalaman waktu ia melaksanakan ibadah haji pun disampaikan.

“Waktu saya ibadah haji dulu, belum ada hotel-hotel yang berdekatan dengan Masjidil Haram di Makkah Arab Saudi. Sebagian jamaah dititipkan di rumah-rumah warga sekitar Masjidil Haram,” kenangnya.

Baca Juga: Ini peran orang tua melindungi anak di ruang digital

Selain itu, Mbah Dullah menjelaskan urutan ibadah haji dari awal sampai akhir. Antara lain, ihram dari miqat (niat haji dan memakai pakaian ihram), wukuf di Arafah (pada 9 Dzulhijjah) serta mabit di Muzdalifah.

Selanjutnya, pada 10 Dzulhijjah, melontar jumrah aqabah, tahalul awal (mencukur rambut setelah lempar jumrah), tawaf ifadhah (mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran), sai antara Shafa dan marwa serta tahalul kedua.

Setelah itu, mabit di Mina (bermalam di Mina selama hari Tasyrik: 11, 12, 13 Dzulhijjah), melempar ketiga jumrah (ula, wusta, aqabah) dan dilanjutkan tawaf wada (tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah).

Halaman:

Tags

Terkini