Ada beberapa kegiatan pada acara merti Desa Hulosobo ini salah satunya bazar durian, kemudian ada pementasan kuda lumping, ada kesenian kincling, yang keduanya dari Desa Hulosobo. Selanjutnya ada pengajian, bersihkan makam, kirab budaya, dilanjutkan kesenian wayang kulit.
Bazar durian ini sebenarnya muncul dari para pemuda setempat dengan tujuan menaikkan pamor ataupun nama durian lokal terutama dari Desa Hulosobo.
Jadi, dengan penyelenggaraan kegiatan ini, desa ingin mempromosikan Hulosobo ke khalayak ramai, salah satunya dengan cara "Mangan duren samareme" ini.
Kepala Desa Hulosobo Bangun Tri Utomo menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah mengenalkan durian lokal dari Hulosobo, karena warga dari luar Kaligesing itu tahu bahwa yang punya durian itu hanya Desa Somongari, Jatirejo, Kalikono, dan Kaliharjo.
Baca Juga: Bungkam Chelsea 4-1, Liverpool Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Liga Premier Inggris
Para penikmat durian ini belum tahu kalau durian yang dijual di pinggir-pinggir jalan itu juga berasal dari Hulosobo.
Oleh karena itu ada dua jenis durian lokal yang disertifikatkan dari desanya yakni durian basar dan durian timbun karena jenis inilah yang menjadi unggulan durian lokal Hulosobo. Kedua jenis durian ini diharapkan bisa mengangkat jenis lokal yang lain.
Karena jenis durian lokal dari Hulosobo ini banyak macamnya, ada yang rasa pahit, manis, dan sebagainya, tetapi rata-rata para penikmat durian belum tahu kalau di Hulosobo ini juga produsen durian.
Dengan adanya kegiatan semacam ini diharapkan makin mengangkat durian Hulosobo sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan warga.
Melalui bazar durian tersebut, para pendatang langsung bisa menikmati durian lokal Hulosobo. Mereka juga bisa memilih sendiri mau rasa yang seperti apa untuk membuktikan bahwa durian ini juga tidak kalah lezat dengan durian-durian yang lain.
Ciri khas durian Hulosobo ini dari bentuknya tidak terlalu besar, tetapi dari rasanya itu khas ada rasa sedikit pahit yang membedakan dengan durian dari tempat-tempat lain.
Baca Juga: Perumda BPR Bank Purworejo Diambil Alih LPS, Nasabah Tak Perlu Tergesa-gesa Menarik Uang Simpanan
Rata-rata warga Hulosobo mempunyai tanaman durian di kebun. Jadi tanaman durian di desa ini sebenarnya durian peninggalan yang umurnya sudah ratusan tahun jadi dan yang menanam siapa pun juga tidak tahu.
Untuk mengetahui jumlah durian saja juga susah untuk mendeteksi berapa jumlahnya, karena semua pasti punya pohon durian dan selama ini belum pernah ada yang mendata populasi buah berduri itu.
Dalam program kerjanya dari desa, setiap tahun pasti menanam durian untuk warga, dengan cara membagikan bibit untuk warga. Pada tahun 2023, pihaknya menanam 1.000 durian dan 1.000 pohon manggis, dan tahun ini juga mempunyai program yang sama.