Sepekan Diguyur Hujan, Pati Dikepung Banjir, Bantuan Terus Mengalir

photo author
Alwi Alaydrus, Harian Merapi
- Jumat, 16 Januari 2026 | 20:30 WIB
Bantuan untuk korban banjir terus mengalir.  (Alwi Alaydrus )
Bantuan untuk korban banjir terus mengalir. (Alwi Alaydrus )

HARIAN MERAPI - Hampir seluruh wilayah kabupaten Pati (Jateng), terdampak banjir awal 2026 ini.

Bahkan luasan serta ketinggian kubangan air bisa saja terus bertambah, karena hujan belum ada tanda-tanda reda sejak turun Jumat pekan lalu.

Ketua Pasopati, H Pandoyo mengungkap, jika berdasar penjelasan Kabid Kedaruratan BPBD Jateng, Muhammad Chomsul, akan dilakukan rekayasa cuaca di wilayah Kabupaten Kudus, Pati dan Jepara.

Baca Juga: Terkait dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo, Egi Sudjana dan Damai Hari Lubis kirim surat permohonan restorative justice

Yakni menerbangkan pesawat yang memodifikasi cuaca di wilayah Gunung Muria.

"Operasi rekayasa cuaca selama 5 hari, dilakukan dengan pesawat Cessna C208. Lepas landas dari bandara Ahmad Yani Semarang, sejak Kamis pagi," kata Pandoyo, Jumat (16/1/2026).

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, dari 21 kecamatan yang ada di kabupaten yang berjuluk Bumi Mina Tani, hanya Jaken yang tidak terdampak banjir.

Pantauan wartawan, banjir menerjang di 14 desa Kecamatan Pati Kota, Wedarijaksa 5, Tayu 3, Dukuhseti 10, Margoyoso 4, Gabus 7, Winong 2, Batangan 3, Jakenan 9, Juwana 10, Gembong 1, Trangkil 2, Sukolilo 2, Cluwak 4, Pucakwangi 3 dan Kecamatan Gunungwungkal di 3 desa.

Baca Juga: Polsek Umbulharjo Amankan Remaja Diduga Hendak Tawuran, Sajam Berhasil Disita

Curah hujan yang cukup tinggi, juga menambah elevasi dua waduk yang berada di Kecamatan Gembong bertambah. Yaitu waduk desa Sitiluhur dan waduk Seloromo.

Selain mengepung puluhan desa, banjir juga menyebabkan jalan rusak, pagar sekolah roboh, dan memaksa rugi para petani.

Karena hilangnya jutaan benih ikan tambak, serta terendamnya ratusan hektar tanaman padi dan palawija.

Musibah banjir memantik perhatian sejumlah organisasi atau perorangan untuk mengirim bantuan.

Baca Juga: Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman diduga terima uang dari biro haji khusus, KPK: Nilainya masih terus didalami

Salah satunya, kepedulian dari klenteng Hok Tik Bio Pati, pimpinan Edy Kubota.

"Sejak ada musibah, kami per hari kirim 1.500 dos makan," kata Edy Kubota.

Perum Bulog memberikan bantuan 1 ton beras premium ke warga desa Sidoharjo Kecamatan Pati Kota.

Hal yang sama, juga akan diberikan ke wilayah lain. Seperti Juwana, Widorokandang, Geritan, Gabus, hingga Mintobasuki.

Baca Juga: Bolehkah Membayar Fidyah di Awal Tahun? Ini Penjelasan Fiqihnya

Sementara itu, Bupati Pati, Sudewo menegas penanganan darurat telah dilakukan pada sejumlah tanggul jebol dan jembatan rusak.

Penanganan jangka panjang akan dilakukan melalui APBD, Kementerian PUPR, dan BNPB.

“Normalisasi sungai menjadi prioritas. Kami mengerahkan 12 alat berat, dan pada APBD 2026 membeli alat berat tambahan,” kata Bupati Pati. *

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Muscab PKB Pati kirim tujuh nama ke DPP

Jumat, 17 April 2026 | 13:01 WIB
X