Waspada Hujan Malam, BPBD Sukoharjo Pantau Sungai Bengawan Solo Rawan Banjir

photo author
Wahyu Imam Ibadi, Harian Merapi
- Rabu, 14 Januari 2026 | 06:48 WIB
Ilustrasi  sungai Bengawan Solo.  (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Ilustrasi sungai Bengawan Solo. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

HARIAN MERAPI - Status Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Sukoharjo masih normal. Namun demikian, masyarakat tetap diminta waspada mengingat kondisi sekarang di bulan Januari hingga Februari 2026 mendatang merupakan puncak musim hujan.

Kewaspadaan penuh banjir dilakukan saat malam hari mengingat hujan deras sering mengguyur sejak seminggu terakhir. Terlebih lagi berdasarkan hasil pemantauan status di pos pantau Jurug, Kota Solo diketahui siaga hijau setalah ada kenaikan tinggi muka air Sungai Bengawan Solo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo, Selasa (13/1/2026) mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di pos pantau disejumlah wilayah disepanjang aliran Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Sukoharjo diketahui kondisi masih normal. Hanya di pos pantau Jurug, Kota Solo statusnya siaga hijau setelah ada kenaikan tinggi muka air secara signifikan.

Baca Juga: Faktor-faktor penghambat komunikasi dan tips mengatasinya

BPBD Sukoharjo tetap melakukan kewaspadaan penuh mengantisipasi kerawanan bencana alam khususnya banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo. Pemantauan dilakukan tidak hanya saat pagi dan siang hari saja, tapi juga sore dan malam hari.'

Koordinasi antar petugas di Kabupaten Sukoharjo semakin diintensifkan. Termasuk melibatkan tim gabungan di wilayah lain di Solo Raya.

Pemantauan hingga malam hari dilakukan mengingat dalam satu Minggu terakhir hujan deras mengguyur secara merata di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Hal ini berdampak pada peningkatan debit air di saluran air dan sungai.

Bahkan beberapa wilayah sudah terdampak terjadi genangan air. Meski hanya sementara namun genangan air tersebut sempat dikeluhkan masyarakat. Salah satunya berada di kawasan Alun-Alun Satya Negara.

Baca Juga: Lapangan Karang Ditutup Enam Bulan untuk Perawatan Rumput, Pemkot Yogyakarta Alokasikan Anggaran Rp400 Juta

"Kondisi Sungai Bengawan Solo masih normal. Ada kenaikan debit air tapi belum signifikan dan kami tetap waspada penuh khususnya saat hujan malam hari sangat deras. Disana rawan karena masyarakat sebagian besar istirahat dan dikhawatirkan terjadi banjir. Tim gabungan sudah disiagakan disemua wilayah," ujarnya.

BPBD Sukoharjo meminta kepada warga yang tinggal disepanjang aliran Sungai Bengawan Solo tetap waspada. Warga juga diminta aktif berkomunikasi baik melalui telepon, whatsapp, media sosial.

"Termasuk menggunakan sarana tradisional berupa kentongan sebagai tanda ada bahaya banjir. Warga sudah kami sosialisasi dan dilatih bersama petugas mengantisipasi banjir yang kapan saja bisa datang akibat luapan Sungai Bengawan Solo," lanjutnya.

BPBD Sukoharjo terus melakukan koordinasi terkait kondisi cuaca dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hasilnya diketahui pada periode Januari-Februari 2026 diperkirakan merupakan puncak musim hujan.

Baca Juga: Perkuat Likuiditas dan Dukung Pendalaman Pasar Keuangan Nasional, BRI Terbitkan Surat Berharga Komersial

Hal tersebut sudah terlihat sejak awal Januari 2026 hingga sekarang terjadi peningkatan curah hujan. Bahkan hujan turun dengan durasi waktu lama sejak pagi hingga malam hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pemkab Sukoharjo awasi ketat ASN saat WFH

Minggu, 12 April 2026 | 12:00 WIB
X