WWF-Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup Perkuat Kolaborasi Multipihak Atasi Polusi Plastik, Krisis Iklim dan Keanekaragaman Hayati

photo author
Husein Effendi, Harian Merapi
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 19:30 WIB
WWF-Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup jalin kerja sama. (Dok)
WWF-Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup jalin kerja sama. (Dok)

Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisal Nurofiq, menyampaikan, “Ketiga isu ini tidak bisa dilihat sebagai persoalan yang berdiri sendiri. Krisis polusi plastik, perubahan iklim, dan penurunan keanekaragaman hayati membentuk satu kesatuan tantangan yang membutuhkan solusi terintegrasi dan kolaborasi."

Dr Hanif menambahkan, “Sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan Indonesia benar-benar menuju lingkungan yang berkeadilan dan berkelanjutan salah satunya melalui penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah. Kita bergerak bersama untuk memastikan bumi tetap layak huni bagi generasi mendatang.”

Dr. Hanif Faisal Nurofiq menegaskan, forum ini dilaksanakan untuk mendorong koneksi dan kerja sama multipihak dalam upaya menangani permasalahan krisis lingkungan tiga lapis dengan menerapkan ekonomi sirkular.

“Salah satu fokus pemerintah adalah mendorong upaya terintegrasi dalam pengembangan ekonomi sirkular di bidang persampahan, iklim dan biodiversitas. Dalam bidang persampahan, pemerintah melalui rancangan Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam penerapan berbagai skema ekonomi hijau yang berkelanjutan yaitu salah satunya pelaksanaan kewajiban produsen yang diperluas,” Dr Hanif menegaskan pesannya.

Baca Juga: Banjir rendam jalur rel di Semarang, sebanyak 16 perjalanan kereta api dibatalkan

Dalam kesempatan sama, Aditya Bayunanda, CEO WWF-Indonesia menyampaikan, "WWF-Indonesia sebagai lembaga yang berbasis sains telah melakukan serangkaian kajian dampak sampah plastik terhadap keanekaragaman hayati, krisis iklim. Untuk mengatasinya, kami menjalankan program Plastic Smart Cities. Melalui program ini, kami bertekad untuk mengurangi kebocoran plastik ke alam dengan cara mendukung kerja-kerja pengurangan sampah plastik melalui mitra-mitra kami.”

Aditya melanjutkan keterangannya, "Kami mendukung penuh target pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk mengelola sampah plastik dan sangat mengapresiasi langkah kebijakan yang dijalankan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dalam penanganan sampah dan penegakan hukumnya, serta langkah inovasi mengatasi tingginya timbulan sampah saat ini."

Triple Planetary Crisis menjadi ancaman nyata dan sebagai lembaga konservasi lingkungan, WWF menginisiasi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan isu penanganan pencemaran lingkungan, perubahan iklim, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Salah satunya, penanganan polusi plastik di alam. Pada 2019 WWF mulai menginisiasi kampanye No Plastic in Nature, yang disusul dengan implementasi proyek Plastic Smart Cities di Indonesia dengan advokasi kebijakan dan mendorong penerapan sirkular ekonomi dalam pengelolaan sampah.

Baca Juga: Polres Sukoharjo gotong royong bersihkan ruang perpustakaan SDN 1 Pundungrejo yang roboh akibat hujan deras

Mengadopsi prinsip ekonomi sirkular menjadi kunci untuk memutus simpul permasalahan secara bersamaan dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan Indonesia.

Ekonomi sirkular mengubah cara kita dalam memproduksi, mengonsumsi, dan mengelola material dengan mengeliminasi polusi sejak desain, mensirkulasi bahan mulai dari daur ulang dan guna ulang; serta meregenerasi sistem alam.

Dengan pendekatan ini sekaligus kita mengurangi emisi gas rumah kaca dari produksi resin, praktik pembuangan tak terkendali, menekan kebocoran polutan, dan memulihkan ekosistem.

Baca Juga: Ini bahayanya memakai baju bekas atau thrifting, waspadai infeksi kulit

Forum diskusi ini sekaligus menjadi wadah dialog dan kolaborasi antara pemangku kepentingan—pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil—untuk memperkuat implementasi aksi Extended Producer Responsibility (EPR) di tingkat nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ikan sapu-sapu, Pram dan ekosistem lingkungan

Selasa, 14 April 2026 | 16:00 WIB
X