HARIAN MERAPI - Koperasi desa/kelurahan Merah Putih (KDMP) mulai melirik sembako bersubsidi produksi bulog untuk dijual ke masyarakat. Beras SPHP merupakan satu di antaranya.
Kepala Perum Bulog Surakarta Nanang Harianto membidik pedagang pasar tradisional menjadi penyalur beras SPHP. KDMP merupakan salah satu yang dibidik.
"Sudah ada lima KDMP yang ingin menjadi penyalur. Kita dampingi agar tepat secara aturan menjadi penyalur beras SPHP," katanya, Rabu (23/7/2025).
Lima koperasi merah putih itu berada di lingkup Soloraya. Beras SPHP yang dijual Bulog berkualitas medium dan pengemasannya bagus.
Koperasi desa/kelurahan merah putih yang belum lama ini diresmikan presiden Prabowo didorong menjadi mitranya.
Saat ini, Bulog tengah menyosialisasikan kemitraan itu ke pemerintah daerah di Soloraya.
Ia menyebut mitra wajib memesan beras SPHP melalui aplikasi digital Klik SPHP.
Baca Juga: Konten Kreator Bikin Konten Fiktif Tentang Stadion Pakansari Akhirnya Minta Maaf
Penjualan eceran ke masyarakat dibatasi dua paket. Tiap paket berisi 5 kilo beras SPHP senilai Rp62.500.
"Kita bertujuan mengendalikan inflasi dan mencegah monopoli sehingga ada pembatasan pembelian beras SPHP," katanya.
Sejauh ini, Bulog sudah merangkul juragan beras dari sejumlah pasar tradisional seperti di Pasar Malangjiwan Colomadu, Pasar Raya Klaten dan Sukoharjo.
Baca Juga: Ini tanda-tanda anak berpotensi terjerumus kejahatan, orang tua harus waspada, jangan terlambat
Ia juga mengatakan pemerintah daerah di wilayah Soloraya mulai mengajukan gerakan pangan murah melalui pembelian beras SPHP.
"Sudah ada 100 ton beras SPHP yang akan diterjunkan ke wilayah pemda sesuai pengajuan. Nanti tiap pembelian menunjukkan KTP dan pembeli difoto. Datanya diunggah ke Klik SPHP," katanya. (Lim)