Sebanyak 8.799 warga Kota Serang masuk kategori miskin ekstrem, penyebabnya minim lapangan pekerjaan

photo author
Widyo Suprayogi, Harian Merapi
- Jumat, 8 September 2023 | 21:55 WIB
 Kepala Dinsos Kota Serang Toyalis saat diwawancara di Pemkot Serang  (ANTARA/Desi Purnama Sari)
Kepala Dinsos Kota Serang Toyalis saat diwawancara di Pemkot Serang (ANTARA/Desi Purnama Sari)

HARIAN MERAPI - Masyarakat miskin di kota Serang tercatat sebanyak 46 ribu kepala keluarga (KK), 8.799 diantaranya masuk dalam kategori miskin ekstrem.

Menurut Kepala Dinsos Kota Serang Toyalis, kemiskinan ekstrem di Kota Serang masih tercatat tinggi yang disebabkan oleh minimnya lapangan pekerjaan.

"Saat ini masyarakat miskin di Kota Serang tercatat di angka 46 ribu KK, 8.799 diantaranya ini masuk dalam kategori miskin ekstrem, data ini diambil dari Menko PMK, saat ini sedang diverifikasi ulang di lapangan oleh Dinsos Kota Serang," katanya, di Serang, Jumat (8/9/2023).

Baca Juga: Bedah Sekolah LazisMu UMY di MIM Ngasem Gunungkidul, ini beberapa harapan pentingnya

Ia mengatakan jumlah masyarakat miskin ini tersebar di Kecamatan Kota Serang dan Kecamatan Taktakan menjadi angka kemiskinan tertinggi dengan jumlah dua ribu KK, Kasemen 1.600 KK, Curug 1.500 KK, Serang 1.300 KK, Walantaka 1.200 KK, dan Kecamatan Cipocok 1.000 KK.

"Faktornya karena minimnya lapangan pekerjaan, jadi tidak punya pemasukan, tidak punya penghasilan, walaupun ada hanya cukup untuk makan saja," katanya.

Toyalis menyebutkan Dinsos hanya melakukan pendataan terkait masyarakat dengan kategori miskin ekstrem. Sehingga, apabila nanti ada bantuan dari pemerintah, Dinsos sudah memiliki datanya.

Baca Juga: Usai Libur Jeda Kompetisi Empat Hari, PSS Sleman Kembali Genjot Fisik Mulai Sore Ini

"Dinsos hanya melakukan validasi dan verifikasi, jika ada bantuan datanya ada di kita, jadi kita hanya memastikan saja," ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Toyalis, Dinsos Kota Serang telah melibatkan beberapa sektor agar dapat berkoordinasi terkait lapangan pekerjaan.

"Jika yang tidak punya pekerjaan harus disediakan lapangan pekerjaan, yang penting mereka mempunyai penghasilan," katanya.(*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ikan sapu-sapu, Pram dan ekosistem lingkungan

Selasa, 14 April 2026 | 16:00 WIB
X