• Selasa, 26 Oktober 2021

BPOM Ingatkan Iklan Obat Tradisional Harus Lengkap dan Objektif Agar Tak Menyesatkan

- Selasa, 14 September 2021 | 13:06 WIB
 Hasil tangkapan layar Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dwiana Andayani dalam sebuah webinar mengenai strategi brand obat tradisional dan suplemen kesehatan, Selasa (14/9/2021).  (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)
Hasil tangkapan layar Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dwiana Andayani dalam sebuah webinar mengenai strategi brand obat tradisional dan suplemen kesehatan, Selasa (14/9/2021). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

JAKARTA, harianmerapi.com - Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dwiana Andayani mengingatkan klaim obat tradisional yang selama ini tayang di media tak boleh menyesatkan konsumen.


Iklan tersebut, menurutnya, hanya untuk kepentingan pengobatan pribadi. Karena sebagian besar pemanfaatan obat tradisional dan suplemen kesehatan untuk keperluan pengobatan sendiri, maka klaim pada iklan perlu disesuaikan dengan kemampuan masyarakat awam dalam menilai gejala yang mereka rasakan.


"Jadi, kira-kira gejala apa yang bisa didiagnosa sendiri untuk self medication itu yang diperbolehkan," kata dia dalam sebuah webinar mengenai obat tradisional dan suplemen kesehatan, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga: Penanganan Covid-19, BPK Ungkap 2.170 Temuan yang Memuat 2.843 Permasalahan, Senilai Rp 2,94 Triliun.

"Klaim iklan obat tradisional yang diperbolehkan tayang di media saat ini hanya untuk kepentingan pengobatan pribadi, sehingga informasi yang disampaikan haruslah obyektif agar tak menyesatkan konsumen," tuturnya.


Informasi yang disampaikan pun harus obyektif, lengkap dan tidak menyesatkan untuk melindungi masyarakat dari penggunaan produk yang berlebihan dan tak benar.

Produsen boleh mencantumkan khasiat, kegunaan dan informasi tentang hal-hal yang perlu diperhatikan konsumen seperti adanya kontraindikasi dan efek samping.

Baca Juga: Sri Mulyani Pastikan Akuntabilitas Keuangan Negara Tangani Covid-19, Butuh Keterlibatan Penegak Hukum

Lebih lanjut, iklan tidak memanfaatkan kekhawatiran masyarakat pada suatu masalah kesehatan dan menimbulkan persepsi khusus di masyarakat yang mengakibatkan penggunaan berlebihan dan tidak benar.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Rekomendasi Game Offline, Android dan iOS Bisa Main

Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:10 WIB
X