HARIAN MERAPI - Tahun 2023 Pemda DIY melalui Dinas Pariwisata DIY menyelenggarakan Lomba Desa-Kampung Wisata dan Homestay Tingkat DIY yang diikuti 15 peserta.
Mereka terdiri dari masing-masing 3 desa/kampung wisata dan homestay yang ada di Bantul, Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo serta Gunungkidul.
Secara teknis, Tim juri mendatangi peserta lomba dalam kurun waktu 3 bulan, yakni pada bulan Mei, Juni dan Juli.
Baca Juga: Ada Campur Tangan Leonard Tupamahu dalam Menaikkan Mental Pemain PSS Sleman di BRI Liga 1
Tak seperti juri lomba pada umumnya, tim juri kali ini melakukan reservasi layaknya seorang wisatawan untuk menikmati paket wisata, membeli paket live-indan menginap di homestay yang ada di desa/kampung wisata.
Tim juri terdiri dari Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Bina Sarana Informatika, Pusat Studi Pariwisata UGM, DPD GIPI DIY, Media Kabar Malioboro dot.com, dan Forkom Desa/Kampung Wisata DIY.
Pada pelaksanaannya setelah dilakukan seleksi administrasi dan kurasi, ke-15 desa/kampung dan homestay dikunjungi oleh Tim juri.
Ke 15 peserta tersebut di antaranya Desa Wisata Bumi Mataram Pleret dan Ada Waktu Homestay, Desa Wisata Carakan dan Pondok Omah Kayu, Desa Wisata Dewi Mulia Srimulyo dan Hale Cafe Homestay,
Kampung Wisata Prenggan dan Omah Kidoel, Kampung Wisata Dewa Bronto dan Homestay Syariah Mutiara, Kampung Wisata Sosromenduran dan Eling Tresno Homestay, Desa Wisata Banjarasri dan Safira Homestay,
Desa Wisata Purwosari dan Homestay Mawar, Desa Wisata Hargotirto dan Sutriyanto Homestay, Desa Wisata Grogol dan Vita Homestay, Desa Wisata Dewi Sambi dan Homestay Nisa,
Desa Wisata Gabugan dan Homestay Bapak Sutija, Desa Wisata Bendung Among Kisma dan Griyo Adem, Desa Wisata Pucung dan Teratai Homestay, Desa Wisata Kalurahan Pulutan dan Homestay Omah Limasan.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dra.Titik Sulistiyani menjelaskan, pihaknya secara rutin melakukan evaluasi serta meningkatkan daya saing desa/kampung wisata yang ada di DIY salah satunya melalui Lomba Desa/Kampung Wisata dan Homestay.
Baca Juga: DIY ditunjuk jadi daerah percontohan program provinsi cerdas, apa sih tolok ukurnya?
Peserta lomba selain dinilai sejauh mana mereka melayani pengunjung, pihak pengelola juga mendapat rekomendasi atau masukan terkait kekurangan di dalam pengelolaan desa wisata yang selanjutnya akan dilakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas dalam pengelolaan desa/kampung wisata maupun homestay.