HARIAN MERAPI - Begini pentingnya persiapan bagi pasangan laki-laki dan perempuan untuk menikah.
Jangan sampai mereka menikah tanpa persiapan, baik moral maupun material.
Nasihat ini disampaikan Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim M.Psi kepada ANTARA, Selasa.
Baca Juga: Kasus pagar laut di Bekasi, Bareskrim telah periksa 10 saksi, ini hasilnya
Ia mengatakan perlunya mempersiapkan moral sebelum menikah agar rumah tangga harmonis dan tidak ada ghosting atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
“Manusia memiliki moral sebenarnya bisa membedakan baik dan buruk ternyata Allah memberikan itu pada manusia cuman tidak terstimulasi dengan baik,” kata psikolog yang disapa Romi ini .
Ia mengatakan moral perlu dilatih secara keseluruhan mulai dari melatih empati, kemampuan memahami orang lain, self control dan dilatih nurani dan kesadarannya.
Orang yang tidak memiliki self control juga akan kekurangan kepercayaan diri sehingga tidak bisa mengungkapkan perasaan dan juga minim empati pada pasangan, ujarnya.
Calon pasangan juga perlu melihat apakah pasangannya memiliki kebaikan atau kindness, rasa menghormati atau respect, toleransi dan adil (fairness) dalam dirinya. Karena dari sifat ini nantinya akan terbentuk seseorang yang baik moralnya dan bisa membangun keluarga yang harmonis.
Baca Juga: Movin Makin Praktis, Bank Mandiri Taspen Hadirkan Fitur Online Onboarding dengan Teknologi VIDA
“Sehingga dia dalam keluarga juga dia akan mempertahankan untuk bisa membedakan baik dan buruk bila dia bertindak, lalu kemudian juga dari sisi mental dan kepribadian dia juga harus memiliki kesiapan dalam hal itu,” katanya.
Selain memiliki moral, perlu juga dipersiapkan keterampilan untuk bisa bertahan jika ada masalah dan bagaimana mengatasinya dalam kehidupan berumah tangga.
Romi mengatakan perlu ada keahlian dalam menganalisis masalah dan dicari titik temu dari dua perbedaan. Pasangan harus berjuang menghadapi masalah dan bukan menghindar yang akhirnya membuat perilaku ghosting kepada pasangannya.
Di sini juga perlu kemampuan berkomunikasi yang baik dan belajar mengungkapkan perasaan dengan benar dan asertif, yang artinya menyatakan perasaan atau keinginan tanpa menyakiti orang lain.
Baca Juga: Pesan Presiden kepada SPPI yang Jadi Penggerak MBG di Daerah