• Sabtu, 13 Agustus 2022

MENELISIK KISAH SYEH BELA BELU DAN DAMIAKING (3) - Diajak Adu Sakti Maulana Maghribi

- Sabtu, 21 Juli 2018 | 19:44 WIB

-
MERAPI-ALBES SARTONO
Pantai Parangtritis dilihat dari kompleks makam. Dengan berbagai dialog dan pendekatan yang dilakukan Syeh Maulana Maghribi akhirnya Jaka Bandem dan Damiaking memeluk agama Islam. Jaka Bandem demikian getol belajar agama pada Syeh Maulana Maghribi bahkan dikatakan bahwa kemanapun Syeh Maulana Maghribi pergi Jaka Bandem selalu mengikutinya. PERILAKU Jaka Bandem yang demikian ini dikatakan sebagai  mela-melu. Diduga dari ini kemudian ia mendapatkan nama Syeh Bela Belu sebagai tanda resmi ia memeluk agama Islam. Hal yang sama juga dialami oleh Damiaking yang kemudian menjadi bernama Syeh Damiaking. Ketika menjadi pengikut Syeh Maulana Maghribi, Syeh Bela Belu ini tak pernah menghentikan kebiasaan lamanya yakni makan sehingga ia memang disibukkan dengan urusan mengolah makanan. Pendeknya, hampir setiap saat ia memasak nasi liwet ayam. Bahkan salah satu versi menyatakan bahwa setiap kali selesai memasak nasi Syeh Bela Belu kemudian menyebarkan nasi itu ke atas tanah atau pasir. Setelah itu, Syeh Bela Belu memunguti butir-butir nasi itu dan dibersihkan dari pasir. Tentu saja hal ini memakan waktu yang cukup lama. Versi lain menyebutkan bahwa apa yang dilakukan Syeh Bela Belu itu adalah bagian dari laku bertapanya. Sekalipun mengumbar nafsu makan ia tekun bekerja, tidak tidur. Oleh karena aktivitas itu maka Syeh Bela Belu ditegur beberapa kali oleh Syeh Maulana Maghribi sehingga mereka terlibat dalam perbantahan. “Setiap hari kamu hanya sibuk memasak nasi dan memanjakan perut serta mulut. Apakah kamu juga menjalankan kuwajiban agamamu dengan baik?” “Saya tetap menjalankan kewajiban agama dengan baik dan tertib, Kyai.”
-
Syeh Maulana Maghribi memakluminya dan kemudian memaafkan apa yang dilakukan Syeh Bela Belu dalam urusan nasi liwet ayam selama ia masih menjalankan kewajiban agama. Namun karena apa yang dilakukan Syeh Bela Belu itu tidak pernah dihentikan, maka Syeh Maulana Maghribi menasihatinya dengan keras. “Makan nasiku seperti ini merupakan bagian dari cara berpuasa atau bertapaku Kyai.” Jawab Syeh Bela Belu ketika ia mendengarkan nasihat yang dari Syeh Maulana Maghribi yang semakin keras. “Mengapa berbeda dengan yang kuajarkan kepadamu ?” “Maaf Kyai Guru, saya tetap bertahan dengan cara bertapa saya sendiri.” Demi mendengar itu, Syeh Maulana Maghribi kemudian merasa tidak puas hatinya dan ia mengajak adu kesaktian dengan Syeh Bela Belu. Caranya, dengan mengadu kecepatan sampai ke Mekah untuk melakukan sembahyang di sana. (Albes Sartono/Jbo)  

Editor: admin_merapi

Tags

Terkini

X