• Sabtu, 28 Mei 2022

Jangan Buru-buru Panik, Tes PCR Tak Timbulkan Efek Samping untuk Kesehatan, Ini Penjelasan Ahli

- Senin, 20 Desember 2021 | 16:28 WIB
Ilustrasi Rapid Test Antigen dan Swab PCR Test.  (Covid19.go.id)
Ilustrasi Rapid Test Antigen dan Swab PCR Test. (Covid19.go.id)


JAKARTA,harianmerapi.com-Sejumlah orang masih takut melakukan tes PCR karena berbagai hal, salah satunya efek samping yang ditimbulkan. Padahal, tes PCR tak menimbulkan efek samping secara medis.

Dikutip dari website alodokter pada Senin (20/12/2021), Tes PCR aman dilakukan oleh semua orang dan tidak menimbulkan efek samping apa pun.

"Hanya saja, saat melakukan pengambilan sampel, bisa muncul beberapa keluhan, misalnya rasa tidak nyaman di hidung saat dokter memasukkan alat swab atau muncul memar dan nyeri di area suntikan saat pengambilan sampel darah," ujar ahli di alodokter.

Baca Juga: Gunakan PCR, Dinkes Sleman Laksanakan Tes Covid-19 bagi Siswa SMA dan SMK

Meski begitu, ahli memastikan jika tidak ada kondisi medis tertentu, efek samping tersebut umumnya akan segera hilang dengan sendirinya.

Disbebutkan jika hasil tes PCR akan menunjukkan positif atau negatif. Hasil positif berarti pasien terkonfirmasi menderita penyakit tersebut. Sebaliknya, hasil negatif berarti pasien tidak menderita penyakit tersebut.

Meski demikian, pada sebagian kasus, tes PCR bisa menampilkan hasil positif palsu atau negatif palsu. Positif palsu artinya hasil tes menunjukkan positif, padahal sebenarnya negatif.

Baca Juga: Tanggapi Rencana Laporan ProDem Soal Bisnis PCR, Menko Marves Luhut Santai

Sedangkan negatif palsu adalah kebalikannya, menunjukkan negatif padahal sebenarnya positif.
Tes PCR sendiri dilakukan dengan beberapa tahap. Di antaranya dokter akan meminta pasien untuk melepas masker dan membuang ingus dari hidung bila ada.

Kemudian dokter akan meminta pasien mendongakkan kepala untuk memudahkan proses pengambilan sampel lendir, memasukkan alat swab yang menyerupai cotton bud panjang ke hidung hingga ke nasofaring (bagian atas tenggorokan yang terletak di bagian belakang hidung) dan dokter akan memutar atau menggerakkan alat swab beberapa kali (sekitar 15 detik) agar lendir di nasofaring menempel di alat swab.*

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Sumber: Alodokter.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X