• Sabtu, 29 Januari 2022

68 Juta Orang Dewasa di Indonesia Mengalami Kegemukan, dr Elveida Sariwati : Masalah Ini Cukup Besar

- Jumat, 12 November 2021 | 19:26 WIB
Pelaksana Tugas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes dr Elvieda Sariwati, M.Epid . (ANTARA/HO-https://www.okadoc.com)
Pelaksana Tugas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes dr Elvieda Sariwati, M.Epid . (ANTARA/HO-https://www.okadoc.com)

JAKARTA, harianmerapi.com - Sebanyak 68 juta orang dewasa di Indonesia mengalami obesitas dikarenakan pola makan yang tidak sehat dan minimnya aktivitas fisik.

"Satu dari tiga orang dewasa, sekitar 35,4 persen, atau 68 juta orang dewasa itu mempunyai obesitas, masalah ini cukup besar," kata Pelaksana Tugas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes dr Elvieda Sariwati, M.Epid dalam diskusi tentang gizi dan obesitas pada acara Scaling Up Nutrition (SUN) Annual Meeting 2021 yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (12/11/2021).

Ia menjelaskan obesitas atau kegemukan juga terdapat pada anak-anak. Sebanyak satu dari lima anak Indonesia yang berusia 5 sampai 12 tahun, atau 20 persen dari populasi anak secara nasional mengalami kegemukan.

Baca Juga: BNN DIY: Peredaran Narkoba Sampai Pelosok Desa, Semua Harus Waspada

Menurut Elvieda angka ini cukup mengkhawatirkan lantaran obesitas merupakan faktor risiko umum penyebab munculnya penyakit tidak menular.

Obesitas, kata dia, berkaitan erat dengan penyakit tekanan darah tinggi dan diabetes melitus yang juga berkaitan dengan penyakit katastropik seperti gagal jantung dan stroke.

Ia menjelaskan data Susenas 2017 mengungkapkan pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia menjadi penyebab munculnya obesitas.

Baca Juga: Simak di Sini Segudang Manfaat Buah Pisang, Meningkatkan Imun Hingga Menurunkan Berat Badan

"Dari hasil Susenas tahun 2017 didapatkan data bahwa ternyata makanan dan minuman olahan, serta siap saji, merupakan jenis konsumsi terbesar sekitar 32,7 persen. Tentunya ini merupakan salah satu faktor risiko terjadinya obesitas karena tinggi gula," katanya.

Ia menambahkan, pola makan juga merupakan faktor risiko nomor satu pada kontribusi kematian dan kecacatan di Indonesia, terutama yang disebabkan oleh penyakit tidak menular

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diet Aman dan Sehat, Begini Tips dari Ahli Gizi UGM

Kamis, 13 Januari 2022 | 07:22 WIB
X