• Kamis, 19 Mei 2022

Imunisasi Pada Anak Saat Pandemi Harus Tetap Dilakukan. Bigini Penjelasan dr. Reisa Broto Asmoro

- Senin, 4 Oktober 2021 | 18:49 WIB
Tangkapan layar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Perubahan Perilaku dr. Reisa Broto Asmoro dalam Siaran Sehat bertajuk “Tetap Waspada Saat Aktivitas Meningkat” yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (4/10/2021).  (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
Tangkapan layar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Perubahan Perilaku dr. Reisa Broto Asmoro dalam Siaran Sehat bertajuk “Tetap Waspada Saat Aktivitas Meningkat” yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (4/10/2021). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

JAKARTA, harianmerapi.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Perubahan Perilaku dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak saat pandemi Covid-19 harus tetap dilakukan untuk membuat anak menjadi lebih sehat dan terlindungi dari penyakit.

“Imunisasi untuk balita (bayi di bawah umur lima tahun) tidak boleh dilewatkan ya. Meskipun sekarang kita di masa pandemi Covid-19 ini penting sekali,” kata Reisa dalam Siaran Sehat bertajuk “Tetap Waspada Saat Aktivitas Meningkat” yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (4/10/2021).

Reisa menyebutkan, berdasarkan petunjuk teknis pelayanan imunisasi di masa pandemi Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada tahun 2020 bila anak atau balita telah menjadi penyintas Covid-19, dapat diberikan imunisasi sesuai dengan waktu yang dijadwalkan setelah anak itu dinyatakan sehat.

Baca Juga: Kasus Limbah Parasetamol, Peneliti Minta Masyarakat Pahami Penanganan Obat-obatan Kedaluwarsa

Pada saat akan melakukan imunisasi, orang tua perlu menunjukkan hasil pemeriksaan laboratorium serta hasil dari tes PCR yang telah dilakukan sebelumnya.

Dia mengatakan, hasil tersebut perlu menunjukkan selama dua hari berturut-turut anak telah dinyatakan negatif.

“Jadi tinggal tunjukkan saja hasil pemeriksaan laboratoriumnya, PCR nya bahwa dua hari berturut turut menunjukan hasil yang negatif,” ujar dia.

Baca Juga: Sandiaga Uno : Tidak Ada Arahan Konsep CHSE Menjadi Sesuatu yang Wajib Bagi Penyelenggaraan Pariwisata

Lebih lanjut bagi daerah yang tidak bisa atau tidak memungkinkan untuk melakukan pemeriksaan tes PCR, Reisa menjelaskan anak tetap dapat bisa mendapatkan imunisasi. Namun membutuhkan waktu minimal 14 hari setelah gejala Covid-19 pada anak hilang dan anak dinyatakan sehat.

Supaya anak bisa mendapatkan imunisasi dasar lengkap tersebut, orang tua atau kerabat dari anak bisa melakukan penjadwalan melalui situs online. Setelah itu, pastikan saat pergi ke fasilitas kesehatan tetap melakukan protokol kesehatan yang berlaku.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X