Belum perlu lakukan extra effort, Indonesia cukup jaga perekonomian domestik hadapi tekanan ekonomi global

- Rabu, 23 November 2022 | 07:53 WIB
Direktur Eksekutif Segara Institute, Piter Abdullah (foto: CORE)
Direktur Eksekutif Segara Institute, Piter Abdullah (foto: CORE)

HARIAN MERAPI - Pemerintah Indonesia belum perlu melakukan extra effort, menambah kebijakan terkait beratnya prospek perekonomian global.

Asal, pemerintah mampu menjaga perekonomian dalam negari.

“Namun bagaimana menjaga perekonomian domestik tidak terganggu, karena ekonomi domestik sedang mengalami pemulihan. Dan ditengah kondisi global, andalan kita adalah permintaan domestik, pasar dalam negeri, jangan sampai ada gangguan,” jelas Direktur Eksekutif Segara Institute, Piter Abdullah saat berbincang Selasa (22/11/2022).

Baca Juga: Manchester United resmi tendang Cristiano Ronaldo

Adapun pernyataan Presiden Joko Widodo untuk berhati-hati dalam membuat kebijakan, kemudian Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo adalah sebagai peringatan.

“Tidak ada pejabat yang mengatakan kita akan alami resesi, kondisi yang suram. Namun ada kesamaan pandangan bahwa kita harus hati-hati. Kondisi global memang berat jadi kita harus hati- hati. Karena bagaimanapun kita bisa terdampak jika tidak mengambil keputusan yang benar,” ujar Piter.

Begitupula dengan aksi BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%, dianggap sebagai langkah yang tepat. “Justru kenaikan suku bunga itu untuk meredam inflasi juga,tidak sekadar meredam pelemahan nilai tukar.

Tetapi kenaikan suku bunga juga bisa meredam inflasi, karena artinya pengetatan demand, menurunkan demand, dalam rangka untuk mengurangi tekanan inflasi,“ tandas Piter.

Prospek ekonomi global diprediksi akan melambat dan mempengaruhi Indonesia. Hal itu telah berulang kali disampaikan oleh pejabat pemerintah. Tidak hanya Presiden Joko Widodo tetapi juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Baca Juga: Laga uji coba di Spanyol, dicukur Valerenga Fotball 4-0, Timnas U-20 telan kekalahan ketiga

Kali ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pun angkat bicara terkait kondisi ini.

Menurutnya, dunia menghadapi risiko yang dapat memunculkan gejolak ekonomi, baik pada sisa tahun ini dan tahun depan.


Kunci untuk menghadapi gejolak tersebut adalah sinergi dan koordinasi.

"Sinergi, sinergi, sinergi. Koordinasi, koordinasi, koordinasi. Koordinasi harus erat," ujar Perry.

Sinergi

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pay Changer jajaki pasar di Indonesia

Senin, 23 Januari 2023 | 08:00 WIB
X