Digital Public Relations memiliki peran strategis dalam meningkatkan kepercayaan publik

- Sabtu, 19 November 2022 | 12:10 WIB
Workshop Perhumas Yogyakarta antara lain membahas seputar Digital PR. ( Foto: Dok. Panitia)
Workshop Perhumas Yogyakarta antara lain membahas seputar Digital PR. ( Foto: Dok. Panitia)

 

HARIAN MERAPI - Public Relations (PR) memiliki peran strategis untuk membangun kepercayaaan dan reputasi publik. Saatnya era digital PR dimulai, integrasiaktivitas digital marketing dengan PR menjadi digital PR.

Dua-duanya bersatu untuk mencapai tujuan yang sama, yakni membangun digital presence suatu brand seluas mungkin, dengan reputasi digital yang sebaik-baiknya.

Hal tersebut dijelaskan Founder dan CEO Media Buffet PR Agency, Bima Marzuki saat workshop Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Yogyakarta di Hotel Grand Rohan, baru-baru ini.

Baca Juga: Ibadah pelepasan mendiang Rudy Salam diadakan di Salatiga, begini suasana rumah duka

Dipaparkan pula oleh Bima, Digital PR merupakan ruang integrasi antara PR tradisional dengan digital marketing.

“Arus informasi yang semakin kompleks baik melalui internet maupun ranah digital berpengaruh pada consumers behaviour termasuk cara mereka berkomunikasi dengan brand,” urainya.

Adapun contoh sederhana, lanjut Bima, aplikasi Lapor Sleman, merupakan aplikasi penghubung warga Sleman terkait pertanyaan, keluhan, masukan atau saran kepada pemerintah Kabupaten Sleman.

Baca Juga: Tim SAR temukan jenazah pria korban tenggelam di Sungai Cimanceuri, Tangerang ini proses evakuasinya

“Hal tersebut bagian dari mewujudkan Sleman smart regency. Masyarakat cukup dilakukan dengan menulis di media sosial ataupun lewat aplikasi Lapor Sleman,” papar Bima.

Menurutnya, Digital PR memiliki peran strategis ibarat “jantung” bagi institusi maupun perusahaan, didukung dengan aktivitas atau peran strategis mengamati trend atau percakapan di media sosial.

“Dengan tools ini seorang praktisi Digital PR bias memprediksi kearah mana sebuah isu atau topik akan berkembang di media sosial didukung dengan data-data yang tersaji,” terangnya.

Baca Juga: Perintah tukar sabu dengan tawas, Irjen Teddy Minahasa sebut hanya candaan, ini tanggapan AKBP Dody

Ditambahkan Bima, Digital PR tak bias dipandang sebelah mata, kajian strategis terkait peluang dan tantangan di era transformasi digital menuntut untuk semakin kreatif. Realita di lapangan banyak perusahaan atau institusi apabila ada yang belum sadar akan peran strategis Digital PR.

“Era digital saat ini, aktivitas digital PR tak bias dilepaskan dari penentuan target keyword atau kata kunci,” tandas Bima.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pay Changer jajaki pasar di Indonesia

Senin, 23 Januari 2023 | 08:00 WIB
X