Minyak Goreng Satu Harga Rp14 Ribu per Liter Perlu Diperluas ke Pasar Tradisional

- Kamis, 20 Januari 2022 | 19:15 WIB
Warga membeli minyak goreng kemasan di salah satu pusat perbelanjaan di Kudus, Jawa Tengah, Rabu (19/1/2022). Sejumlah pusat perbelanjaan di wilayah itu mulai menerapkan harga minyak goreng menjadi Rp14 ribu per liter untuk segala merek menyusul kebijakan satu harga minyak goreng oleh pemerintah.  ( ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)
Warga membeli minyak goreng kemasan di salah satu pusat perbelanjaan di Kudus, Jawa Tengah, Rabu (19/1/2022). Sejumlah pusat perbelanjaan di wilayah itu mulai menerapkan harga minyak goreng menjadi Rp14 ribu per liter untuk segala merek menyusul kebijakan satu harga minyak goreng oleh pemerintah. ( ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

JAKARTA, harianmerapi.com - Kebijakan minyak goreng satu harga Rp14 ribu per liter perlu diperluas ke pasar-pasar tradisional untuk menjangkau masyarakat kelas bawah.

“Distribusi minyak goreng Rp14 ribu per liter harus menjangkau pasar-pasar tradisional sebagai bentuk penerapan keadilan ekonomi bagi seluruh masyarakat,” kata anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (20/1/2022).

Menurutnya, konsumen pasar tradisional dan UMKM merupakan kelompok paling terdampak akibat melambungnya harga minyak goreng yang saat ini di kisaran Rp 20 ribu per liter.

Apalagi, kata Amin, berdasarkan studi Institute for Development on Economics and Finance (Indef), belanja penduduk miskin untuk membeli bahan pangan sebesar 52 persen dari total pengeluarannya, sedangkan masyarakat rentan miskin dan hampir miskin sebesar 62 persen.

Baca Juga: Viral Tarif Parkir Rp350 Ribu, Ini Klarifikasi dari Kasri StoneDakon

Amin menyebutkan kebijakan harga minyak goreng Rp14 ribu per liter sebenarnya juga masih lebih tinggi dari acuan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan sederhana yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp11 ribu per liter berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2020.

Ia berpendapat bahwa pemerintah seharusnya dapat lebih mengendalikan pasokan dan harga CPO untuk kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk memenuhi minyak goreng dalam negeri, terlebih sudah ada sudah ada kesepakatan pemerintah dan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) tentang kewajiban domestic market obligation sebesar 20 persen yang sudah berjalan sejak tahun 2018.

Dengan produksi CPO sebesar 47,5 juta ton pada 2021, Amin menyebutkan besaran DMO mencapai 9,6 juta ton, masih cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebanyak 8 juta ton dan harga sesuai HET Rp11.000 per liter.

Baca Juga: Fakta viral parkir Rp 350 ribu di sekitar Malioboro: ulah kru bus naikkan harga, pengelola parkir kena getah

“Jika dikaitkan dengan kewajiban DMO sebesar 20 persen, maka kebijakan harga Rp14 ribu pada hakekatnya pemerintah menyubsidi pengusaha,” tutur Amin.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X