• Rabu, 29 Juni 2022

Perusahaan Start-up di Jogja Berkembang Pesat, BI Sebut Omzetnya Bisa Capai Rp 5 Miliar Pertahun

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:40 WIB
Kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADITIF) dalam Kajian Lanskap Industri Digital Kreatif di Jogja Tahun 2021. (Foto: Dokumentasi Bank Indonesia DIY)
Kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADITIF) dalam Kajian Lanskap Industri Digital Kreatif di Jogja Tahun 2021. (Foto: Dokumentasi Bank Indonesia DIY)

JOGJA, harianmerapi.com - Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki potensi dan sumbangsih yang besar pada sentra industri kreatif di Indonesia salah satunya ialah start-up.
Deputi Direktur Bank Indonesia DIY, Miyono mengatakan perusahaan start-up di Jogja tengah mengalami perkembangan cukup pesat dengan nilai omzet yang besar setiap tahunnya.

"Perusahaan-perusahaan start-up di Jogja tengah berada pada fase ekspansi dengan nilai omset yang semakin besar dan sebagian di antaranya beromset di atas Rp 5 miliar per tahun,'' jelasnya, Kamis (21/10/2021).

Potensi industri kreatif di Jogja lahir karena memiliki ekosistem yang bagus, yakni keberadaan institusi pendidikan yang cukup besar, tumbuhnya perusahaan start-up, keterikatan dengan industri berskala besar, dan dukungan infrastruktur lainnya.

Baca Juga: Hyundai Motor Group Luncurkan Hyundai Start-Up Challenge Indonesia 2021

Miyono menyebut potensi tersebut telah terkonfirmasi dari hasil riset Bank Indonesia yang menyatakan bahwa alasan utama perusahaan digital kreatif tumbuh di Jogja karena infrastruktur dan kondisi kota yang baik, biaya operasional yang efisien, serta tersedianya SDM yang cukup besar baik secara kuantitas maupun kualitas.

"Meskipun demikian, keberadaan industri digital kreatif di Jogja masih belum lepas dari tantangan," imbuhnya.

Miyono menjelaskan tantangan-tantangan tersebut meliputi upaya link and match antara sistem pendidikan dengan kebutuhan industri digital, kesenjangan literasi digital masyarakat, kesenjangan akses terhadap teknologi, dan terbatasnya jejaring kolaboratif antara para pihak yang terlibat.

Baca Juga: BI Menambah Likuiditas di Perbankan Sebesar Rp129,92 Triliun, Sejak Awal Tahun Hingga 15 Oktober 2021

Oleh sebab itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY berkolaborasi dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADITIF) menyelenggarakan penelitian bertajuk Kajian Lanskap Industri Digital Kreatif di Jogja Tahun 2021.

Diharapkan melalui kajian ini dapat diperoleh beberapa strategi yang dapat diupayakan guna meningkatkan pertumbuhan industri digital sebagai new source of growth ke depan.*

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips bagi Pelaku UMKM yang Akan Go Digital...

Minggu, 26 Juni 2022 | 12:30 WIB
X