Hasil survei, indeks menabung masyarakat mengalami penurunan. Begini penjelasan dari LPS

photo author
Widyo Suprayogi, Harian Merapi
- Kamis, 19 Desember 2024 | 19:55 WIB
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa usai ditemui dalam acara LPS Morning Talk di Jakarta, Selasa (17/12/2024)  (ANTARA/Bayu Saputra)
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa usai ditemui dalam acara LPS Morning Talk di Jakarta, Selasa (17/12/2024) (ANTARA/Bayu Saputra)

HARIAN MERAPI - Tren menabung di masyarakat mengalami penurunan berdasarkan hasil Survei Konsumen Perekonomian (SKP) pada November 2024.

Penurunan tersebut tercermin dari Indeks Menabung Konsumen (IMK) yang turun sebesar 0,06 poin menjadi 77,0 dibandingkan bulan sebelumnya.

“Memang (IMK) ini menurun ya, tapi yang terakhir itu Indeks Intensitas Menabung (IIM) naik dari bulan Oktober, naik ke 72,4," kata Direktur Group Riset LPS Seto Wardono, dikutip di Jakarta, Kamis (19/12/2024).

Tapi menurut Seto, penurunan (IMK) ini jangan disalah-artikan 100 persen karena makan tabungan, karena kalau menurut kami melihatnya adalah menabung itu sendiri kan adalah interaksi antara penghasilan konsumen dengan konsumsinya, atau dengan belanjanya.

Baca Juga: Keteladanan kepemimpinan profetik nabi dalam mendidik dan berkarya

"Nah belanja itu ada yang untuk konsumsi, ada juga untuk membayar cicilan, ada juga untuk investasi,” imbuhnya seperti dilansir Antara.

Berdasarkan survei yang melibatkan lebih dari 1.700 responden di berbagai wilayah Indonesia itu, hasil survei menunjukkan bahwa penurunan juga terjadi pada Indeks Waktu Menabung (IWM), yang turun 1,9 poin menjadi 81,5.

Meski demikian, mayoritas responden masih menganggap saat ini dan tiga bulan mendatang merupakan waktu yang tepat untuk menabung.

Sementara itu, Indeks Intensitas Menabung (IIM) justru meningkat sebesar 0,6 poin menjadi 72,4. Hal ini menunjukkan peningkatan jumlah responden yang menyatakan sering menabung, meskipun jumlah uang yang ditabung lebih kecil dari yang direncanakan.

Baca Juga: Mie Aceh kaya kandungan rempah, bantu lancarkan sirkulasi darah, dan tahapan memasaknya mudah

Selanjutnya, dari survei yang dilakukan oleh LPS dapat dihasilkan juga output lain, yaitu IKK atau keputusan dan kemampuan menabung konsumen. IKK sejatinya mengukur tingkat optimisme atau pesimisme rumah tangga terhadap kondisi ekonomi saat ini dan pandangan mereka mengenai prospeknya di masa yang akan datang.

“Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat menangkap gambaran nyata tentang persepsi dan perilaku konsumen dari berbagai lapisan masyarakat di berbagai wilayah. Pelaksanaan survei tersebut memperluas kapabilitas LPS dalam mendapatkan gambaran terkini mengenai persepsi konsumen atas kegiatan menabung dan kondisi ekonomi saat ini,” ujar Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa.

Lebih lanjut dia menjelaskan, output utama SKP adalah Indeks Menabung Konsumen (IMK) yang mengukur kecenderungan serta kemampuan konsumen dalam mengalokasikan pendapatannya untuk ditabung.

IMK ini akan memberikan gambaran tentang kemampuan dan kesehatan ekonomi rumah tangga, yang tercermin dari intensitas serta niat konsumen untuk menabung.

Baca Juga: Lelaki Pencari Rumput Ditemukan Tewas di Kebun Kosong Dekat TWS Salatiga

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X