Menjaga kebersihan hati

photo author
Khamim Zarkasih, Harian Merapi
- Jumat, 17 April 2026 | 17:00 WIB
 Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si., Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,  Ketua Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta,  Penasehat Paguyuban Keluarga Sakinah Teladan (KST) Provinsi DIY (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si., Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ketua Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta, Penasehat Paguyuban Keluarga Sakinah Teladan (KST) Provinsi DIY (Dok. Pribadi)

HARIAN MERAPI - Orang yang memiliki kebersihan hati yang baik bukan sekadar bebas dari gangguan jiwa, tapi juga memiliki perasaan sehat dan bahagia serta mampu mengatasi tantangan hidup. Sikap yang dapat menerima orang lain sebagaimana adanya. 

Sikap positif terhadap diri sendiri maupun orang lain. Program pelayanan  kebersihan nhati dibutuhkan guna menjamin setiap orang dapat mencapai kualitas hidup yang baik, menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat,  bebas dari ketakutan, tekanan dan gangguan lain yang dapat mengganggu kesehatan jiwanya.

Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai pedoman dalam mengarungi kehidupan di dunia ini telah memberikan tentang rambu-rambu bagi setiap manusia untuk menjaga kebersihan hati.

Baca Juga: Zaman Edan, dan Ruh yang Mencari Jalan Pulang

Berikut ini beberapa ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits yang memberikan tuntunan bagaimana menjaga kebersihan hati bagi seorang muslim; yakni:

Pertama, mendapatkan karunia yang sangat besar dari-Nya. Firman Allah SWT: “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali Imran; 3:164).

Kedua, menjaga kesucian jiwa dimulai dari upaya preventif. Firman Allah SWT: “Maka berjalanlah keduanya; hingga ketika keduanya berjumpa dengan seorang anak muda, maka dia membunuhnya. Dia (Musa) berkata, "Mengapa engkau bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sungguh, engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar." (QS. Al-Kahfi; 18:74).

Ketiga, janganlah seseorang merasa dirinya adalah orang yang suci. Firman Allah SWT: “Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An-Najm; 53:32).

Baca Juga: Festival Langen Carita Bantul 2026 Digelar, 6 Kontingen Berebut Tiket ke Tingkat Provinsi

Keempat; diilhamkan kepada manusia dua jalan (kefasikan dan ketakwaan). Jangan sampai menjadi orang yang merugi karena mengambil jalan kefasikan. Firman Allah SWT: “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syam; 91:9-10).

Kelima, orang yang menyucikan hatinya adalah mereka yang lebih memperhatikan kehidupan akhirat. Firman Allah SWT: “Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman), dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia shalat. Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la; 87:14-17).

Keenam, janganlah menganggap diri sebagai orang yang suci. Firman Allah SWT: “Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci (orang Yahudi dan Nasrani)? Sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun. Perhatikanlah betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap
Allah.

Cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka). Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang (Yahudi) yang telah diberi bagian (pengetahuan) dari Kitab (Taurat), (betapa) mereka percaya kepada jibt dan tagut serta mengatakan kepada orang- orang kafir (musyrik Makkah) bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisya; 4:49-51).

Baca Juga: Kutukan Istri Kepada Suami yang Selingkuh Akan Kejadian?

Ketujuh, janji Allah SWT bagi orang-orang yang menjaga kesucian hati (kesehatan jiwanya) adalah surga ‘Adn yang di bawahnya mengalir sungai-sungai yang sangat indah dan merteka kekal selamanya di dalamnya. Firman Allah SWT: “(yaitu) surga-surga ‘Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan bagi orang
yang menyucikan diri.” (QS. Thaha; 20:76).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Menjaga kebersihan hati

Jumat, 17 April 2026 | 17:00 WIB

Delapan golongan manusia yang dicintai Allah SWT

Rabu, 15 April 2026 | 17:00 WIB

Hikmah haji dan umrah

Selasa, 14 April 2026 | 17:00 WIB

Al-Quran tentang keutamaan bekerja keras

Senin, 13 April 2026 | 17:00 WIB

Keutamaan sifat itsar dalam Al-Quran dan Al-Hadits

Jumat, 10 April 2026 | 17:00 WIB

Kewajiban suami menurut Al-Quran dan Al-Hadits

Rabu, 8 April 2026 | 17:00 WIB

Teologi lingkungan dalam perspektif Islam

Selasa, 7 April 2026 | 17:00 WIB

Menghadapi tipu daya setan

Sabtu, 4 April 2026 | 17:00 WIB

Keutamaan berbakti kepada Ibu

Jumat, 3 April 2026 | 17:00 WIB

Aspek-aspek pendidikan anak dalam keluarga

Kamis, 2 April 2026 | 17:00 WIB

Dua belas tips hidup bahagia dalam Islam

Rabu, 1 April 2026 | 17:00 WIB

Membangun Etos Kerja Islami

Senin, 30 Maret 2026 | 17:00 WIB

Sembilan faktor untuk menggapai keberkahan keluarga

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:00 WIB

Berbagai strategi pemenuhan kebutuhan keluarga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:00 WIB

Qolbun salim dalam Al-Quran

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:00 WIB

Perbanyak doa di bulan Syawal

Rabu, 25 Maret 2026 | 17:00 WIB
X