• Rabu, 30 November 2022

Tragedi Kanjuruhan satukan suporter di Jogja

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 12:30 WIB
Puluhan ribu suporter berbagai klub sepak bola se Indonesia  menyalakan lilin dan cahaya gawai sebagai simbol perdamaian di halaman parkir Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, Selasa (4/10/2022) malam. (ANTARA/Luqman Hakim)
Puluhan ribu suporter berbagai klub sepak bola se Indonesia menyalakan lilin dan cahaya gawai sebagai simbol perdamaian di halaman parkir Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, Selasa (4/10/2022) malam. (ANTARA/Luqman Hakim)

PULUHAN ribu suporter sepakbola  di seluruh Indonesia tumplek bleg di Stadion Mandala Krida Yogyakarta Selasa malam. Mereka menyalakan lilin dan memanjatkan doa untuk korban Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 131 jiwa.

Pemandangan ini sungguh fenomenal dan mengukir sejarah persuporteran di Indonesia. Sebab, baru kali ini suporter seluruh Indonesia berkumpul dengan satu tekad dan tujuan, yakni menjunjung kebersamaan antarsuporter. Mereka datang dari segala penjuru Tanah Air, dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan.

Inilah momentum bersejarah yang terukir di Yogyakarta, yakni puluhan ribu suporter meneguhkan komitmen menjaga paseduluran dan cinta damai. Mereka juga melantunkan doa  untuk para korban Tragedi Kanjuruhan dan berharap peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari.

Baca Juga: Kasus DPO ditembak polisi di NTT, masih diselidiki, ini kronologinya

Siapapun yang melihat peristiwa tersebut akan trenyuh, melihat puluhan ribu suporter yang berbeda klubnya bisa menyatu dan berdoa bersama untuk arwah korban Tragedi Kanjuruhan Malang. Ternyata suporter bisa disatukan. Mereka pun sepakat menghilangkan rasa benci di hati mereka dan berjanji untuk menjunjung sportivitas dan kebersamaan.

Sungguh ini momen yang sangat langka dan terjadi di Yogyakarta. Bisa dibayangkan, puluhan ribu suporter tumplek bleg di Stadion Mandala Krida, bahkan meluas sampai luar stadion, dengan tujuan yang sama, menggelorakan perdamaian dan paseduluran.

Inilah sejarah yang patut dicatat dengan tinta emas, betapa suporter dari berbagai klub sepakbola di Tanah Air ternyata bisa menyatu. Mereka disatukan oleh rasa solidaritas atas meninggalnya teman-teman mereka di Stadion Kanjuruhan Malang.

Baca Juga: Pelajaran berharga Tragedi Kanjuruhan, jadi titik balik persatukan suporter di Indonesia

Tragedi itu telah meruntuhkan sekat-sekat perbedaan di antara mereka. Memang benar ungkapan, tak ada sepakbola seharga nyawa manusia. Karenanya, Tragedi Kanjuruhan harus diusut tuntas dan diharapkan aparat penegak hukum menjatuhkan sanksi kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X