• Kamis, 1 Desember 2022

Tragedi Kanjuruhan Malang, polisi jadi tumpuan kesalahan

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 11:00 WIB
Sebuah mobil polisi terbalik akibat kericuhan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, Minggu (2/10/2022).  (ANTARA FOTO/H Prabowo)
Sebuah mobil polisi terbalik akibat kericuhan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, Minggu (2/10/2022). (ANTARA FOTO/H Prabowo)



TRAGEDI di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang yang menewaskan 125 orang masih menjadi pembicaraan hangat masyarakat.

Bukan saja karena tragedi ini terbesar nomor 2 di dunia setelah tragedi Peru yang menewaskan 300 orang lebih, melainkan juga menyangkut siapa yang salah dalam peristiwa memilukan ini.

Apakah panitia dan aparat kepolisian tidak melakukan antisipasi sehingga jatuh korban nyawa hingga ratusan orang ?

Baca Juga: Penampakan Moto Guzzi New V7 Stone hasil kustomisasi Gearhead Monkey Garage bikin heboh Kustomfest 2022

Antisipasi sebenarnya sudah dilakukan, antara lain tidak menyediakan kursi bagi suporter Persebaya Surabaya, ini untuk menghindari benturan antarsuporter. Lantas, mengapa terjadi tragedi ?

Panitia dan aparat kepolisian sebenarnya sudah merekomendasikan agar pertandingan antara Arema dan Persebaya jadwalnya dimajukan sore, jangan malam hari. Namun permohonan untuk memajukan jadwal ditolak PSSI, dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru selaku penyelenggara kompetisi Liga 1, karena hal ini berkaitan dengan hak siar.

Lembaga penyiaran televisi, dalam hal ini Indosiar tentu tak mau rugi kalau harus mengubah jadwal tanding karena berkaitan dengan iklan dan sebagainya.

Baca Juga: Cuplikan terbaru Wakanda Forever yang rilis 11 November 2022 tampilkan sosok Black Panther

Akhirnya pertandingan tetap digelar pada malam hari, yang menurut kepolisian setempat, menimbulkan kerawanan. Aparat kepolisian setempat sepertinya juga tak bisa berbuat banyak, selain tetap harus mengamankan jalannya pertandingan. Kekhawatiran itu pun akhirnya terbukti, bahkan dampaknya sangat fatal karena 125 orang nyawa melayang.

Yang perlu menjadi catatan, kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang ini sama sekali tidak ada bentrok antarsuporter, karena tak ada suporter dari Persebaya. Pemain dan oficial Persebaya juga telah diamankan terlebih dulu dengan mobil rantis, sehingga aman.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspadai maling di lokasi bencana gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 10:55 WIB

Teladan Jayamahe

Selasa, 29 November 2022 | 09:15 WIB

Hidup seimbang dalam keridhaan Allah SWT

Senin, 28 November 2022 | 05:46 WIB

Bila warga miskin gantung diri, salah siapa ?

Jumat, 25 November 2022 | 10:00 WIB

Lagi-lagi pelajar bawa clurit, polisi harus tegas

Rabu, 23 November 2022 | 11:00 WIB

Pengguna jalan mau menangnya sendiri, ini akibatnya

Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB

Awas, mafia hukum di MA, ada oknum hakim agung

Selasa, 22 November 2022 | 11:00 WIB

Gedung sekolah tak layak, jangan korbankan siswa

Selasa, 22 November 2022 | 10:00 WIB

Landasan utama penerapan pendidikan inklusi di Indonesia

Selasa, 22 November 2022 | 05:30 WIB

Terjerat pinjol, bisa berbuntut nekat

Senin, 21 November 2022 | 11:00 WIB

Mengapa Pilih Keadilan Restoratif ? Ini keuntungan

Senin, 21 November 2022 | 10:00 WIB
X