• Rabu, 19 Januari 2022

Bendera Merah Putih Tidak Dikibarkan, Anggota DPR Putra Nababan Kritik Keras LADI

- Senin, 18 Oktober 2021 | 14:31 WIB
 Suasana jalannya pertandingan antara pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting melawan pebulu tangkis China Lu Guang Zu pada ajang Thomas Cup 2021 di Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021). Indonesia berhasil menjuarai Thomas Cup 2021 setelah mengalahkan China dengan skor 3-0.  (ANTARA FOTO/Claus Fisker/Ritzau Scanpix via Reuters)
Suasana jalannya pertandingan antara pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting melawan pebulu tangkis China Lu Guang Zu pada ajang Thomas Cup 2021 di Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021). Indonesia berhasil menjuarai Thomas Cup 2021 setelah mengalahkan China dengan skor 3-0. (ANTARA FOTO/Claus Fisker/Ritzau Scanpix via Reuters)



JAKARTA, harianmerapi.com - Tidak dikibarkannya bendera Merah Putih saat Indonesia meraih Piala Thomas masih berimbas.


Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan mengkritik keras kinerja Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) yang dianggap tidak profesional.


Ia mengharapkan LADI lebih profesional mengingat tim bulu tangkis Indonesia sudah kena imbas, meski juara Piala Thomas namun tidak bisa mengibarkan bendera Merah Putih di atas podium.

Baca Juga: Gunung Merapi Kembali Lima Kali Luncurkan Guguran Lava Pijar Sejauh 1,8 Km Arah Barat Daya

Bendera Merah Putih tidak dapat dikibarkan terkait surat dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA) yang menyatakan Indonesia tidak patuh pada penegakan standar anti-doping karena tidak mengikuti Test Doping Plan (TDP) yang dibuat pada 2020.

"Apa sulitnya LADI, sebagai lembaga anti-doping Indonesia menyurati WADA, untuk memberitahukan kondisi kompetisi di Indonesia yang terhenti akibat pandemi sehingga tidak bisa memenuhi ketentuan 700 sampel,” kata Putra dalam keterangan resminya, Senin (18/10/2021).

Menurut Putra, masalah administrasi surat menyurat semacam itu seharusnya tidak perlu terjadi. Apalagi di 2020, Indonesia dan banyak negara di dunia memang minim melaksanakan kompetisi akibat pandemi COVID-19 yang hingga saat ini belum usai.

Baca Juga: Jual Beli Jabatan di Kabupaten Proboloinggo, KPK Panggil 8 Orang Saksi

 

Soal pergantian kepengurusan LADI yang katanya dianggap turut menghambat respon terhadap permintaan WADA itu, Putra menegaskan hal itu tidak bisa dijadikan alasan. Sebab, pergantian kepengurusan itu terjadi di level atas. Sedangkan level tengah seharusnya tetap bisa bekerja.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Pemain PSS Sleman Tahan Madura United di Liga 1

Selasa, 18 Januari 2022 | 21:22 WIB
X