• Rabu, 1 Desember 2021

Benarkah Seremoni Juara Piala Thomas Tanpa Pengibaran Bendera Merah Putih, Akibat Sanksi WADA?

- Senin, 18 Oktober 2021 | 09:55 WIB
Ketua KOI (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari saat memberi keterangan mengenai sanksi WADA, Jumat (8/10/2021). ( ANTARA/HO-KOI)
Ketua KOI (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari saat memberi keterangan mengenai sanksi WADA, Jumat (8/10/2021). ( ANTARA/HO-KOI)

KASUS seremoni juara Piala Thomas yang tanpa pengibaran bendera merah Putih, ternyata tidak lepas dari persoalan doping. Oleh karenanya, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) meminta Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) segera menyelesaikan tanggung jawabnya kepada Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

Menurut Raja Sapta Oktohari, tidak bisa dikibarkannya Merah Putih di Piala Thomas 2021 menjadi kali pertama sanksi WADA atas LADI resmi diberlakukan.

“Sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia, saya bangga dengan penampilan tim Thomas kita. Tetapi juga sekaligus sangat kecewa dan sedih karena seremoni medali dengan bendera PBSI," kata Ketua KOI (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari dalam keterangan resminya, Minggu (17/10/2021) malam.

Baca Juga: Stok Darah PMI Temanggung Hari Ini, Senin 18 Oktober 2021

Sebagaimana diketahui, Tim Indonesia menjadi juara Piala Thomas setelah menunggu 19 tahun. Anthony Ginting dan kawan-kawan menang 3-0 atas Tim China di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10).

Tim Thomas Indonesia kali terakhir menjuarai turnamen supremasi bulu tangkis beregu putra itu pada 2002. Sukses yang dibawa Jonatan Christie dan kawan-kawan ini menambah keunggulan rekor Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia di Piala Thomas menjadi 14 kali atau terbanyak sepanjang sejarah turnamen ini digelar sejak 1949 di Preston, Inggris.

Namun, seremoni kemenangan Indonesia semalam tampak kurang sempurna dengan tidak bisa dikibarkannya Merah Putih. Alasannya, LADI masih dinyatakan tidak patuh karena gagal menerapkan Kode Anti-Doping WADA 2021.

Baca Juga: Link Streaming Persijap Jepara Vs PSCS Cilacap, Kick Off Pukul 15.15

Akibatnya, sejumlah hak-hak Indonesia di ajang olahraga internasional harus ditangguhkan. Di antaranya, tidak diperbolehkannya bendera negara berkibar di single event dan multievent internasional, tidak diizinkannya terpilih menjadi tuan rumah olahraga kelas regional, kontinental hingga dunia selama satu tahun sejak diberlakukannya sanksi tersebut, serta hak-hak eksklusif lainnya.

"Saya berharap LADI bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya sehingga dapat segera terbebas dari sanksi doping yang merugikan Indonesia di ajang Internasional,” tegas Okto.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Balap Mobil Formula E Disiarkan 170 Negara

Senin, 29 November 2021 | 19:00 WIB

Sleman United Lanjutkan Tren Positif di Liga 3 DIY

Minggu, 28 November 2021 | 20:49 WIB
X