• Sabtu, 4 Desember 2021

Pemerintah Evaluasi Mekanisme Kepulangan Atlet, Pelatih dan Ofisial dari PON XX Papua

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 21:34 WIB
Dokumentasi - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Rakornas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang digelar oleh BP2MI pada Jumat (08/10/2021).  ((ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian))
Dokumentasi - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Rakornas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang digelar oleh BP2MI pada Jumat (08/10/2021). ((ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian))

JAYAPURA, harianmerapi.com - Pemerintah menyiapkan dan terus mengevaluasi mekanisme kepulangan atlet, pelatih dan ofisial ke daerah masing-masing usai berjuang di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua. Hal itu untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19, baik di Papua sendiri maupun di daerah asal atlet.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) dalam keterangan resminya, Minggu (10/10/2021), meminta pihak terkait untuk melaksanakan tugas sampai dengan H+5 setelah acara penutupan PON, Jumat (15/10).

Pihak yang diharapkan terus melaksanakan tugas dan mengawasi peserta yang masih di Papua adalah Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Perhubungan (Menhub), Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) dan Ketua Satgas Covid-19.

Baca Juga: Salahgunakan Kepercayaan, Kurir Ini Bawa Kabur Belasan HP Senilai Rp 62 Juta Milik Majikan

“Menkes agar menugaskan tim untuk tetap mengawasi atlet yang masih berada di Papua, dan tetap merawat jika ada atlet yang terpapar Covid-19, harus diisolasi dulu di Papua dan melakukan tes sampai hari ke-5. Ini akan berlaku sampai H+5 setelah penutupan PON, termasuk untuk Kapal Isoter yang ada di Papua. Menhub agar tetap menugaskan sampai H+5,” kata Menko Airlangga dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan PON XX 2021, secara virtual, di Jakarta.

Mekanisme kepulangan atlet dan ofisial yang telah ditetapkan pemerintah yakni mereka harus melaksanakan Tes PCR sejak dari keberangkatan (sebelum penerbangan) dari Papua, dan melakukan lagi Tes PCR setelah tiba di Bandara di daerahnya.

Mereka juga harus menjalankan Karantina Mandiri selama 5 hari di lokasi yang sudah disiapkan oleh Pemda masing-masing. Namun, apabila Pemda tidak menyediakan, maka Satgas Covid19 Pusat akan bekerja sama dengan Satgas Covid-19 Daerah serta KONI Daerah, untuk menyiapkan tempat isolasi terpusat tersebut.

Baca Juga: Pensiunan Polisi Ngamuk Gara-gara Cemburu, Korban Dikalungi Arit, Diludahi dan Ditelanjangi

Untuk memperjelas dan menegaskan kembali pengaturan dan mekanisme kepulangan para Peserta PON tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 akan segera melakukan review kembali dan revisi Surat Edaran (SE) Ketua Satgas Penanganan Covid-19, sehingga bisa diberlakukan mulai hari Selasa (12/10) lusa.

Menko Airlangga pun menekankan agar Menpora, Kasatgas Covid-19, Asops TNI/ Polri dan Ketua Umum KONI selaku Panwasrah (panitia Pengawas dan Pengarah), untuk tetap mengawasi pelaksanaan prokes secara ketat pada sisa pertandingan PON terutama yang berpotensi menimbulkan kerumunan penonton atau suporter, seperti sepak bola, basket, tinju, dan bola voli, khususnya pertandingan final cabang olahraga sepak bola.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bekuk Brentford 2-0, Tottenham Hotspur Tempel Arsenal

Jumat, 3 Desember 2021 | 07:47 WIB
X